Pencarian

Emas dan Perak Anjlok Lebih dari 50%, Bitcoin Ikut Terseret — Pasar Harga Mati Skenario Suku Bunga Naik

Rabu, 24 Juni 2026 • 21:52:02 WIB
Emas dan Perak Anjlok Lebih dari 50%, Bitcoin Ikut Terseret — Pasar Harga Mati Skenario Suku Bunga Naik
Emas dan perak mengalami penurunan harga lebih dari 50% akibat ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Pasar logam mulia dan aset kripto sedang mengalami koreksi brutal. Dalam hitungan bulan, narasi besar yang mendominasi sepanjang 2025 — yang disebut "debasement trade" — runtuh seketika. Keyakinan bahwa defisit fiskal dan utang pemerintah yang membengkak akan terus menggerus daya beli mata uang fiat kini digantikan oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Emas dan Perak Kehilangan Lebih dari Separuh Nilai

Emas mencatat penurunan 28% dari level tertinggi Januari 2025, jatuh di bawah level psikologis US$4.000 per ons. Lebih parah lagi perak: harganya anjlok lebih dari 50%, menembus bawah US$59 per ons pada perdagangan Rabu kemarin. Ini adalah level yang terakhir kali terlihat sebelum reli besar tahun lalu.

Tekanan jual ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, akan mengadopsi sikap hawkish. Pasar saat ini memperkirakan suku bunga federal funds rate naik ke kisaran 4,00%-4,25% dalam dua tahun ke depan, akibat inflasi yang kembali memanas.

Bitcoin Jatuh di Bawah Rata-Rata 200 Pekan

Bitcoin, yang sempat dianggap sebagai bagian dari lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat, ikut terseret. Setelah stagnan di level US$100.000 sepanjang 2025 saat emas dan perak melesat, kripto nomor satu ini kini jatuh ke bawah US$62.000 — koreksi 50% dari rekor tertingginya di Oktober lalu.

Yang lebih mengkhawatirkan, bitcoin kini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 minggunya yang berada di sekitar US$62.800. Ini adalah sinyal teknikal yang jarang terjadi dan sering diartikan sebagai masuknya pasar ke fase bearish jangka panjang.

Bitcoin Ungguli Logam, Tapi Kalah Jauh dari Saham AS

Satu catatan positif bagi para pendukung bitcoin: sejak rasio harga terhadap emas dan perak mencapai titik terendah pada Februari lalu, bitcoin mencatat kenaikan 30% terhadap emas dan lebih dari 55% terhadap perak. Artinya, meski semua aset ini turun, bitcoin masih lebih tahan banting dibanding logam mulia.

Namun, jika dibandingkan dengan pasar saham AS, ketiganya kalah telak. Momentum saat ini masih terkonsentrasi di saham-saham semikonduktor dan memori, yang terus mencetak rekor baru sepanjang 2026.

Volume Perdagangan Kripto Anjlok ke Level Terendah dalam 20 Bulan

Data dari bursa terpusat menunjukkan volume perdagangan kripto gabungan pada Mei turun 3,45% menjadi US$4,41 triliun — level terendah sejak September 2024. Satu-satunya sektor yang melawan tren adalah derivatif perpetual untuk aset dunia nyata (RWA), yang justru naik 10,4% dan mencatat volume tertinggi sepanjang masa.

Pergeseran ini mengindikasikan bahwa investor mulai meninggalkan spekulasi murni dan beralih ke instrumen yang memiliki underlying aset riil. Bagi pasar Indonesia, tren ini patut dicermati mengingat adopsi aset kripto di dalam negeri masih didominasi oleh perdagangan spot dan kontrak berjangka sederhana.

Bagikan
Sumber: coindesk.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks