Poltekpel Sumbar Luncurkan 4 Inovasi Maritim Ramah Lingkungan, dari Briket hingga Mesin Pencacah Plastik

Penulis: Topan Lubis  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 15:45:31 WIB
Mahasiswa Poltekpel Sumbar mendemonstrasikan mesin pencacah sampah plastik di kampus Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

PADANG PARIAMAN — Mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat menunjukkan hasil dari mesin pencacah sampah plastik di kampus setempat, Selasa (14/7/2026). Alat ini menjadi bagian dari empat inovasi maritim yang dikembangkan institusi tersebut dalam kerangka konsep Humanist, Smart, Sustainable, dan Eco-Friendly Campus (HSSEC).

Empat Produk Unggulan Hasil Riset Kampus

Poltekpel Sumbar mengimplementasikan HSSEC sebagai motor penggerak inovasi yang berfokus pada kelestarian lingkungan dan ekonomi sirkular. Berikut produk yang telah dihasilkan:

  • Pembuatan briket dari limbah biomassa
  • Mesin produksi biopestisida dan biofungisida
  • Mesin pencacah sampah plastik
  • Pembuatan bola-bola benih untuk reboisasi

Mengapa Inovasi Ini Penting bagi Sumatera Barat?

Sebagai provinsi dengan garis pantai panjang dan aktivitas pelayaran yang tinggi, Sumatera Barat menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah plastik di wilayah pesisir. Inovasi mesin pencacah plastik dari Poltekpel Sumbar menawarkan solusi konkret untuk mengurangi timbunan sampah yang mencemari laut.

Sementara itu, produksi biopestisida dan biofungisida menjadi alternatif ramah lingkungan bagi petani di daerah pesisir yang selama ini bergantung pada pestisida kimia. Bola-bola benih yang dikembangkan juga dirancang untuk mempermudah rehabilitasi hutan mangrove dan ekosistem pesisir.

Dampak Ekonomi Sirkular bagi Masyarakat Pesisir

Konsep ekonomi sirkular yang diusung Poltekpel Sumbar tidak hanya berhenti pada aspek lingkungan. Briket dari limbah biomassa, misalnya, dapat menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat pesisir yang selama ini kesulitan mengakses bahan bakar minyak. Mesin pencacah plastik juga membuka peluang usaha daur ulang skala kecil di tingkat desa.

Inovasi-inovasi ini sejalan dengan program pemerintah daerah yang mendorong pengembangan ekonomi biru di Sumatera Barat. Poltekpel Sumbar berharap produk-produk ini dapat diadopsi oleh masyarakat luas, khususnya nelayan dan komunitas pesisir.

Langkah Selanjutnya: Diseminasi ke Masyarakat

Pihak Poltekpel Sumbar menyatakan akan terus menyempurnakan setiap produk sebelum didistribusikan ke kelompok masyarakat. Pelatihan penggunaan mesin pencacah plastik dan pembuatan briket juga direncanakan untuk melibatkan mahasiswa dan warga sekitar kampus di Padang Pariaman.

Dengan adanya inovasi ini, Poltekpel Sumbar tidak hanya menjadi pusat pendidikan pelayaran, tetapi juga motor penggerak perubahan lingkungan di kawasan pesisir Sumatera Barat.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top