10 Anggota PMI Agam Dikerahkan Cari Pelajar SMP Tenggelam di Pantai Muaro Putih, Ombak Besar Jadi Kendala

Penulis: Bastian Sihombing  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 18:39:01 WIB
Sepuluh anggota PMI Agam dikerahkan untuk mencari pelajar SMP yang tenggelam di Pantai Muaro Putih, dengan ombak besar menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Peristiwa nahas itu terjadi di Pantai Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara. Berkat Saputra Lafau, warga Afd 5 PT Mutiara Agam, tenggelam setelah terseret arus saat mandi bersama delapan orang teman sekolahnya.

"Sedang asik mandi, korban terseret arus pantai sampai 50 meter, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri. Teman korban juga berusaha untuk menyelamatkannya, tetapi tidak tertolong karena ombak cukup besar," kata Ketua PMI Agam Masrizal didampingi Kepala Markas PMI Agam Ade Alfani di Lubuk Basung, Rabu.

Upaya Pencarian: PMI dan Basarnas Turun ke Lokasi

PMI Agam bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak SMPN 3 Tanjung Mutiara. Sebanyak 10 anggota diturunkan ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar tiga kilometer dari markas. Dua unit mobil ambulans juga dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian.

Tak hanya PMI, Basarnas turut menurunkan enam personel beserta satu unit perahu dan mobil truk dalmas. "Kita bersama-sama mencari korban yang tenggelam setelah diseret arus dan berharap korban segera ditemukan," ujar Masrizal.

Korban Anak Pasangan Golo Lafau dan Yudika Gowasa

Berdasarkan data yang dihimpun, korban merupakan anak dari pasangan Golo Lafau dan Yudika Gowasa. Ia merupakan pelajar SMPN 3 Tanjung Mutiara yang tenggelam saat berlibur bersama teman-temannya di Pantai Muaro Putih.

Setelah kejadian, salah seorang teman korban langsung melaporkan insiden tersebut ke warga sekitar. Warga bersama aparat kepolisian yang pertama kali tiba di lokasi sempat berusaha mencari korban sebelum tim gabungan dari PMI dan Basarnas tiba.

Pantai Muaro Putih: Ombak Besar Jadi Ancaman Rutin

Pantai Muaro Putih yang terletak di Nagari Tiku Lima Jorong dikenal memiliki ombak yang cukup besar, terutama pada musim angin barat. Peristiwa tenggelamnya pelajar ini menjadi pengingat akan bahaya mandi di pantai tanpa pengawasan, terutama bagi anak-anak dan remaja yang belum mahir berenang di laut lepas.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Operasi pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir korban terlihat sebelum terseret arus.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top