Normalisasi Sungai Batang Anai di Padang Pariaman Rampung, Warga Tak Lagi Gunakan Rakit Oli Bekas

Penulis: Binsar Gultom  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:22:54 WIB
Normalisasi Sungai Batang Anai di Padang Pariaman telah rampung, memulihkan akses warga tanpa harus menggunakan rakit oli bekas.

PARIK MALINTANG — Sebuah jembatan darurat yang sempat tak bisa difungsikan kini kembali menjadi akses utama warga Nagari Anduriang. Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan normalisasi dilakukan hampir 200 meter di masing-masing sisi sungai untuk memperkuat perlindungan kawasan dari potensi perubahan alur di masa depan.

"Dengan kembalinya aliran sungai ke bawah jembatan, maka masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman. Risiko yang selama ini mengancam warga saat melintasi kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan," kata El Abdes di Parik Malintang, Kamis.

Dari Rakit Oli Bekas hingga Jembatan Darurat

Sebelum normalisasi, arus sungai bergeser dari bawah jembatan. Warga terpaksa membuat rakit sederhana dari tong oli bekas untuk menyeberang. Kondisi itu tak hanya merepotkan, tapi juga memakan korban. Seorang warga hanyut saat menyeberang menggunakan rakit tersebut.

Pemerintah kabupaten dan provinsi kemudian mengaktifkan kembali jembatan darurat sebagai akses sementara. Untuk keselamatan pengguna jalan, terutama malam hari, pemerintah berencana menambah lampu penerangan di sekitar jembatan darurat tersebut.

Empat Ekskavator Dikerahkan Selama Dua Bulan

Proses normalisasi dilakukan bertahap. Pada tahap awal, pemerintah mengoperasikan satu unit ekskavator. Jumlahnya kemudian ditambah menjadi empat unit agar pengerjaan rampung lebih cepat. "Pekerjaan dimulai dari awal karena perubahan alur sungai pascabencana cukup signifikan sehingga diperlukan pembentukan kembali jalur aliran sungai," ujar El Abdes.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat. Infrastruktur yang digunakan saat ini masih bersifat sementara, hingga pembangunan jembatan permanen direalisasikan.

Memulihkan Mobilitas Ribuan Warga

Normalisasi ini menjadi langkah penting memulihkan konektivitas yang sempat terganggu. Ribuan warga setiap hari memanfaatkan akses tersebut untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas lainnya. El Abdes menyebut keberhasilan ini menjadi bukti sinergi antara Pemkab Padang Pariaman dan Pemprov Sumbar dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top