PARIAMAN — Sebanyak 39 sekolah di Kota Pariaman tengah menjalani revitalisasi besar-besaran. Wali Kota Pariaman Yota Balad, saat meninjau langsung pengerjaan pada Senin, mengonfirmasi bahwa progres fisik proyek yang didanai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini sudah menyentuh angka hampir 90 persen.
"Ada sekolah yang telah menyelesaikan pengerjaan, namun secara keseluruhan progres pengerjaan fisik program revitalisasi sekolah di Kota Pariaman saat ini telah mencapai hampir 90 persen," kata Yota Balad.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pariaman, Hertati Taher, merinci sekolah yang menjadi penerima bantuan. Program ini menyasar 29 Sekolah Dasar (SD), 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 4 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dana revitalisasi ini merupakan hasil proposal yang diajukan Pemkot Pariaman ke pemerintah pusat. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini membutuhkan perbaikan.
Pekerjaan fisik yang dilakukan mencakup perbaikan ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, fasilitas toilet, hingga penataan lingkungan sekolah. Wali Kota menargetkan seluruh pengerjaan tuntas pada Agustus 2026.
"Kami menargetkan pada Agustus 2026 seluruh pengerjaan revitalisasi di 39 sekolah sudah tuntas 100 persen sehingga dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa dan guru," ujarnya.
Pemkot Pariaman menegaskan bahwa percepatan pengerjaan ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.
Hertati Taher memastikan pihaknya terus mengawasi secara ketat pelaksanaan revitalisasi di lapangan. Pengawasan ini bertujuan agar seluruh sekolah penerima dapat menyelesaikan pekerjaan fisik dengan hasil maksimal sebelum batas target yang ditentukan.
Melalui program ini, pemerintah berharap kualitas mutu pendidikan di Kota Pariaman dapat meningkat. Ruang belajar yang lebih aman dan nyaman diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi proses belajar mengajar.
"Kami berharap melalui program revitalisasi ini, ruang kelas, perpustakaan, hingga lingkungan sekolah mampu meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan memberikan kenyamanan belajar bagi para siswa di Kota Pariaman," pungkas Hertati Taher.