SUMATERA BARAT — Xiaomi resmi memperkenalkan Buds 6 di Indonesia, sebuah TWS yang mencoba menjawab dilema pengguna: ingin kenyamanan desain terbuka (semi in-ear) tetapi tetap menginginkan teknologi peredam bising aktif (ANC). Menggandeng Harman Golden Ear Team untuk tuning audio, perangkat ini menjanjikan kualitas suara kelas atas. Namun, menempatkan ANC pada earbud tanpa eartips silikon adalah tantangan teknis yang signifikan, dan hasilnya patut diuji.
Dengan bobot hanya 4,4 gram per buds, klaim kenyamanan Xiaomi bukan sekadar angka. Dalam pemakaian nyata, bobot seringan ini membuat pengguna bisa lupa sedang memakainya, bahkan saat berjalan cepat atau olahraga ringan. Charging case-nya berbentuk persegi pipih yang ramah saku, dengan varian Titan Grey memiliki tekstur dual-tone futuristik.
Dari segi durabilitas, sertifikasi IP54 memberikan ketahanan terhadap percikan air dan debu. Ini cukup untuk aktivitas outdoor di cuaca tak menentu, meski bukan untuk direndam. Sayangnya, tidak disebutkan apakah case-nya juga memiliki ketahanan serupa.
Xiaomi Buds 6 menggunakan driver dinamis 11 mm dengan sistem triple magnetic circuit yang diklaim meningkatkan sensitivitas frekuensi rendah hingga 40%. Hasilnya, profil suara cenderung kaya dengan rentang frekuensi 16 Hz hingga 40 kHz. Bass terasa solid dan presisi untuk genre elektronik atau R&B, namun tetap menjaga kejernihan vokal.
Dukungan terhadap Snapdragon Sound dan Hi-Res Audio Wireless memungkinkan transmisi audio lossless 24-bit/48kHz, fitur yang jarang ditemukan di rentang harga ini. Detail instrumen seperti petikan gitar akustik atau separasi stereo pada lagu progresif terasa lebih tajam. Melalui aplikasi Xiaomi Earbuds, pengguna bisa memilih profil audio Harman AudioEFX atau Harman Master, plus fitur Immersive Sound dengan Head Tracking untuk efek suara yang bergerak mengikuti gerakan kepala.
Implementasi ANC pada desain semi in-ear memang rumit karena tidak adanya segel fisik seperti eartips silikon. Xiaomi mengklaim teknologinya mampu meredam suara latar seperti white noise di kantor atau kafe. Hasil pengujian menunjukkan peredaman cukup efektif untuk suara konstan, namun untuk suara mendadak atau frekuensi tinggi, efektivitasnya mungkin tidak sebaik TWS in-ear. Ini adalah trade-off yang harus diterima demi kenyamanan pemakaian jangka panjang.
Salah satu fitur pembeda adalah kemampuan merekam percakapan atau panggilan telepon hingga 90 menit per buds. Aksesnya mudah melalui tombol di case, sentuhan pada tangkai, atau aplikasi. Fitur ini sangat relevan untuk jurnalis, mahasiswa, atau profesional yang sering melakukan meeting mendadak tanpa alat rekam khusus.
Konektivitas Bluetooth 5.4 memastikan pairing instan ke Android maupun iOS, dengan dukungan Dual Connection untuk dua perangkat sekaligus. Fitur pelacakan global seperti Apple Find My dan Google Find Hub juga tersedia, memungkinkan pengguna membunyikan alarm jika buds terjatuh.
Xiaomi Buds 6 adalah pilihan tepat bagi Anda yang tidak tahan dengan eartips silikon yang masuk ke lubang telinga, namun tetap menginginkan kualitas audio premium dan fitur modern. Kualitas suara hasil kolaborasi Harman dan fitur perekaman menjadi nilai jual utama. Namun, jika ANC adalah prioritas mutlak, TWS in-ear di kelas harga yang sama mungkin menawarkan performa peredaman yang lebih baik. Untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan seharian dan suara yang kaya, Buds 6 adalah opsi yang patut dipertimbangkan.