Amazon Siap Luncurkan 5.105 Satelit untuk Koneksi Langsung ke Ponsel, Saingi Starlink

Penulis: Bastian Sihombing  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 00:47:01 WIB
Amazon mengajukan izin ke FCC untuk mengoperasikan 5.105 satelit LEO guna menyediakan koneksi langsung ke ponsel.

SUMATERA BARAT — Amazon mempercepat ambisinya di bisnis internet satelit. Melalui anak usaha yang didirikan pada 2019, Amazon Leo, perusahaan ini baru saja mengajukan permohonan izin ke FCC untuk mengoperasikan konstelasi satelit Low Earth Orbit (LEO) sebanyak 5.105 unit. Rencananya, gelombang pertama satelit untuk layanan langsung ke perangkat seluler (direct-to-mobile) ini akan mulai dikirim ke orbit pada 2028.

Layanan Apa yang Akan Dihadirkan?

Dalam siaran resminya, Amazon Leo menjelaskan bahwa jaringan satelit ini dirancang untuk menyediakan koneksi suara, pesan teks, data, dan akses darurat langsung ke ponsel pintar. Target utamanya adalah perangkat yang berada di luar jangkauan menara seluler konvensional alias daerah terpencil atau blank spot.

Layanan ini tidak membutuhkan perangkat keras tambahan di sisi pengguna. Cukup dengan ponsel biasa, pengguna bisa tetap terhubung meski sedang di tengah laut, gunung, atau kawasan pedalaman yang belum terjangkau sinyal operator seluler.

Berapa Satelit yang Sudah Siap?

Sampai saat ini, Amazon Leo baru berhasil mengorbitkan lebih dari 390 satelit generasi pertama untuk layanan broadband tetap (fixed service). Satelit-satelit tersebut akan mulai diuji coba secara komersial akhir tahun ini. Amazon juga sudah menggandeng sejumlah operator telekomunikasi global, termasuk Vodafone, DirecTV, Herotel, dan National Broadband Network Australia, sebagai mitra strategis.

Persaingan Langsung dengan SpaceX

Langkah Amazon ini tidak bisa dilepaskan dari persaingan ketat dengan SpaceX. Perusahaan milik Elon Musk itu sudah mengajukan izin serupa ke FCC untuk mengorbitkan konstelasi hingga satu juta satelit. Amazon Leo bahkan sempat meminta FCC menolak aplikasi SpaceX dengan menyebutnya sebagai "ambisi yang muluk, bukan rencana nyata."

Ketua FCC, Brendan Carr, menanggapi dingin permintaan Amazon tersebut. Melalui akun X-nya, Carr menyarankan Amazon lebih fokus mengeksekusi proyek satelitnya sendiri ketimbang sibuk mengajukan petisi untuk menghambat pesaing.

Apa Artinya bagi Konsumen?

Bagi pengguna di Indonesia, persaingan ini sejatinya kabar baik. Jika layanan direct-to-cell benar-benar terealisasi, bukan tidak mungkin operator lokal menjajaki kerja sama dengan Amazon Leo atau SpaceX. Wilayah terpencil di Indonesia yang selama ini sulit dijangkau sinyal seluler bisa menjadi target utama layanan semacam ini.

Namun, semua masih bergantung pada proses regulasi di masing-masing negara, termasuk izin dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Belum ada kepastian kapan layanan ini bisa dinikmati konsumen di luar Amerika Serikat.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top