BATUSANGKAR — Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Tanah Datar tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi penegasan kerja sama erat antara pemerintah daerah dan kepolisian. Bupati Tanah Datar Eka Putra menyebut komunikasi yang terjalin selama ini telah memberi kontribusi nyata bagi kesuksesan program pembangunan dan kondusivitas wilayah Luhak Nan Tuo.
Pernyataan itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri syukuran di Gazebo Indojolito, Batusangkar, Rabu (1/7/2026). Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto beserta jajaran, Wakil Bupati Ahmad Fadly, serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Di hadapan para tamu undangan, Eka Putra secara khusus menyoroti inisiatif Kapolres yang dinilai sejalan dengan visi pemkab dalam membangun masyarakat berkarakter. Program Babaliak ka Surau yang digagas AKBP Nur Ichsan mendapat apresiasi karena menguatkan nilai keagamaan di tengah masyarakat.
"Komunikasi dan kerja sama yang baik selama ini telah menjadi kekuatan dalam menyukseskan berbagai program pembangunan di Tanah Datar. Karena itu, sinergi ini harus terus dipertahankan dan diperkuat," ujar Bupati.
Dedikasi Kapolres disebutnya sudah terbukti melalui kunjungan ke sekitar 200 masjid untuk pembinaan generasi muda. Menurut Eka Putra, langkah tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pembina masyarakat.
Bertepatan dengan momentum Hari Bhayangkara, AKBP Nur Ichsan mengungkapkan bahwa buku karyanya berjudul "Babaliak ka Surau" akan segera diterbitkan. Buku tersebut dirancang sebagai media edukasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya kehidupan berlandaskan nilai agama dan adat.
Kapolres menjelaskan, upaya pencegahan persoalan sosial dilakukan bersama MUI dan LKAAM melalui penguatan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Kolaborasi ini diharapkan mampu membentuk generasi muda dengan karakter kuat menghadapi tantangan zaman.
"Kolaborasi ini menjadi ikhtiar bersama agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, berpegang teguh pada nilai agama dan adat, serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan zaman," jelasnya.
Inovasi lain yang diusung Polres Tanah Datar adalah program pelatihan anjing pelacak. Menggandeng PORBI dan para pemilik anjing di daerah, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pendukung tugas kepolisian, mulai dari pelacakan narkotika, bahan peledak, jejak manusia, hingga pencarian korban.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung berbagai program Polres, termasuk pembangunan masjid di lingkungan Mapolres serta upaya pencegahan penyakit masyarakat melalui edukasi yang melibatkan berbagai unsur daerah. Sinergi antara Polri, pemda, tokoh adat, dan tokoh agama disebut sebagai modal utama menjaga stabilitas keamanan dan mewujudkan Tanah Datar yang maju serta kokoh berlandaskan ABS-SBK.