Pemkab Pasaman Barat Perbaiki 10 Titik Irigasi dan Dam Parit Terdampak Bencana, Anggaran Capai Rp 1,2 Miliar

Penulis: Ronal Siregar  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:26:31 WIB
Perbaikan 10 titik irigasi dan dam parit di Pasaman Barat mencapai 70 persen dengan anggaran Rp 1,2 miliar.

SIMPANG EMPAT — Perbaikan infrastruktur pertanian pascabencana menjadi prioritas Pemkab Pasaman Barat. Dinas Tanaman Pangan Holtikultura setempat memastikan konservasi air dan pembangunan dam parit di 10 titik kelompok tani tengah berjalan, dengan target penyelesaian yang terus dipercepat demi mengembalikan produktivitas sawah warga.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat, Afdal, menyebut pengerjaan saat ini sudah mencapai 70 persen. "Saat ini pengerjaan perbaikan irigasi atau konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) sedang berjalan di 10 titik dengan capaian pekerjaan 70 persen," ujarnya di Simpang Empat, Minggu.

Anggaran Swakelola Rp 1,2 Miliar untuk 10 Titik

Setiap unit pekerjaan dialokasikan biaya sebesar Rp 120 juta. Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp 1.229.870.000, dengan mekanisme pengerjaan dilakukan secara swakelola oleh pihak terkait.

Langkah ini diambil menyusul bencana alam yang melanda Pasaman Barat pada akhir November 2025 lalu. Banjir dan lumpur yang menerjang menyebabkan sejumlah lahan pertanian rusak dan tidak bisa difungsikan secara optimal.

Selain Irigasi, 176 Hektare Lahan Bencana Juga Dioptimalkan

Tidak hanya fokus pada perbaikan irigasi, Pemkab Pasaman Barat juga telah merampungkan optimalisasi lahan bekas bencana seluas 176 hektare yang tersebar di 8 titik kelompok tani. Program ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 998.460.000.

Menurut Afdal, percepatan pembangunan dan perbaikan sawah ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan ekonomi warga. Jika pasokan air terganggu, sawah tidak akan teraliri dan produktivitas petani akan menurun drastis.

"Jika pasokan air kurang maka sawah tidak akan dapat dialiri sehingga ekonomi warga akan semakin payah," tegas Afdal.

Usulan Tambahan Dana Rehabilitasi ke Kementerian Pertanian

Pemkab Pasaman Barat tidak berhenti pada perbaikan yang sedang berjalan. Pemerintah daerah telah mengajukan usulan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan terdampak bencana ke Kementerian Pertanian.

Usulan tersebut mencakup bantuan untuk rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare, serta rehabilitasi sawah rusak berat seluas 50 hektare. Selain itu, pemkab juga meminta bantuan pembangunan dam parit sebanyak lima unit dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit.

Langkah ini diharapkan mampu memulihkan sektor pertanian Pasaman Barat secara menyeluruh, sehingga para petani yang lahannya terdampak bencana dapat segera kembali bercocok tanam dan memulihkan perekonomian mereka.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top