PADANG — DPC PKB Kota Padang bergerak mendata pondok pesantren yang membutuhkan bantuan pembangunan fasilitas sanitasi. Pendataan ini menjadi langkah awal agar pesantren di ibu kota Sumatera Barat tersebut masuk prioritas penerima Program 10.000 MCK.
Program tersebut dicanangkan langsung oleh Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sasaran utamanya adalah memperkuat kualitas lingkungan pesantren melalui penyediaan MCK yang layak.
Yusri Latif menyebut pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. DPC PKB Kota Padang akan berkoordinasi dengan DPW PKB Sumatera Barat, DPP PKB, serta Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) untuk memperjuangkan pesantren di kota itu.
“Program ini sangat baik karena menyentuh kebutuhan dasar pesantren. Kami di DPC PKB Kota Padang akan berkoordinasi dengan DPW PKB Sumatera Barat, DPP PKB, serta FPTP agar pondok-pondok pesantren di Kota Padang dapat masuk dalam daftar penerima manfaat,” kata Yusri Latif di Padang.
Perhatian terhadap fasilitas sanitasi pesantren dinilai penting lantaran masih ada lembaga pendidikan keagamaan yang kekurangan sarana MCK. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kenyamanan santri selama menempuh pendidikan.
“Pesantren telah menjadi pusat pendidikan karakter dan keagamaan. Karena itu, fasilitas dasar seperti MCK juga harus memenuhi standar kesehatan. Jangan sampai jumlah santri terus bertambah, tetapi sarana sanitasinya tidak berkembang,” ujarnya.
Persoalan ketimpangan ini juga disorot Muhaimin Iskandar. Menurutnya, masih banyak pesantren yang memiliki jumlah MCK tidak sebanding dengan jumlah santri, bahkan ada yang menampung ribuan santri tetapi hanya memiliki puluhan unit MCK.
Muhaimin menegaskan bahwa lingkungan yang sehat merupakan prasyarat utama dalam proses pendidikan. Ia menghubungkan langsung kualitas belajar dengan ketersediaan fasilitas kebersihan di lingkungan pesantren.
“Kita tahu pangkal kemajuan itu adalah ilmu. Kita tahu mencari ilmu itu di pesantren. Kita tahu syarat mendapatkan ilmu adalah sehat, dan syarat sehat adalah lingkungan yang baik. Yang paling pokok adalah bagaimana MCK dipenuhi dengan standar yang memadai,” ujar Muhaimin.
Yusri Latif menegaskan komitmennya untuk menjaring kebutuhan langsung dari pengasuh pesantren. Data yang terkumpul nantinya menjadi dasar pengusulan agar bantuan tepat sasaran.
“Kami ingin program ini benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan membangun komunikasi dengan pengasuh pesantren agar kebutuhan di lapangan dapat dipetakan secara objektif,” katanya.
Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen perjuangan PKB. Bagi Yusri, komitmen tersebut harus diwujudkan hingga tingkat daerah melalui langkah konkret.
“Kalau pesantren memiliki lingkungan yang sehat, proses pendidikan juga akan semakin berkualitas. Itulah yang ingin kita perjuangkan agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh pesantren di Kota Padang,” kata Yusri Latif.