PADANG — Langkah warga kembali mengungsi itu terjadi saat mereka baru saja selesai membersihkan rumah dari material lumpur sisa banjir. Harta benda yang tersisa dibawa serta, sementara rasa khawatir akan datangnya banjir bandang susulan masih membayangi.
Kondisi terkini di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, menunjukkan aktivitas warga yang berjalan gamang. Hujan ringan yang turun sontak memicu kepanikan kolektif, mengingat pengalaman pahit saat banjir bandang sebelumnya meluluhlantakkan permukiman mereka.
Sebelumnya, proses evakuasi korban banjir di sejumlah wilayah Kota Padang berlangsung dramatis. Polri menerjunkan 71 personel SAR Brimob yang terbagi dalam lima tim untuk melakukan penyelamatan warga di titik-titik terdampak.
Lima tim SAR Brimob tersebut disebar ke lokasi berbeda, yaitu Kuranji tepatnya di Kampung Lapau Munggu Guo, Air Pacah, Tunggul Hitam, dan Perumahan Villa Bukit Gading Tiga Sungai Sapih. Penyebaran tim ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di area terdampak.
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta segera melaporkan jika terdapat warga yang membutuhkan pertolongan.
Keputusan warga untuk kembali mengungsi menunjukkan bahwa trauma psikologis pasca-bencana masih sangat kuat. Meski upaya pembersihan rumah telah dimulai, rasa aman belum sepenuhnya pulih di tengah ancaman cuaca yang belum bersahabat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah total warga yang kembali mengungsi maupun kerugian material yang diderita. Pemerintah kota bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut, pihak berwenang meminta untuk berkoordinasi dengan posko pengungsian terdekat atau petugas keamanan yang berjaga di lokasi.