PFF Resmi Dukung Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia untuk Dana Negara Berkembang

Penulis: Bastian Sihombing  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:58:01 WIB
Dukungan PFF menambah jumlah federasi yang menyetujui rencana penjualan saham Piala Dunia untuk pendanaan negara berkembang.

SUMATERA BARAT — Keputusan PFF ini diumumkan di tengah meningkatnya pembahasan global mengenai masa depan finansial FIFA. Dengan bergabungnya PFF, total federasi nasional yang mendukung gagasan tersebut kini bertambah, memperkuat posisi Infantino menjelang kongres FIFA berikutnya. Langkah ini dinilai strategis untuk menjembatani kesenjangan finansial antara negara maju dan berkembang.

Gagasan Jual Saham: Solusi atau Risiko bagi Sepak Bola Global?

Inti dari rencana ini adalah mengubah struktur kepemilikan Piala Dunia. Alih-alih sepenuhnya dimiliki FIFA, turnamen terbesar di dunia itu nantinya akan memiliki skema saham yang bisa diperjualbelikan kepada investor. Hasil penjualannya kemudian dialokasikan untuk program pengembangan infrastruktur, pembinaan usia muda, dan kompetisi di negara-negara yang kekurangan dana.

PFF menilai model ini sebagai jalan keluar yang realistis di tengah lesunya ekonomi global. Mereka berargumen bahwa tanpa suntikan dana segar, banyak federasi kecil akan kesulitan bersaing di level internasional. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara berkembang tidak hanya pasif menunggu bantuan, tetapi juga mendukung inovasi pendanaan.

Peta Dukungan di Asia Tenggara: PSSI dan PFF Satu Suara

Sebelumnya, PSSI telah lebih dulu menyatakan sikap serupa. Dengan adanya PFF, kini ada dua federasi utama di kawasan ASEAN yang berada di belakang Infantino. Ini menunjukkan adanya konsensus regional bahwa perubahan model bisnis FIFA diperlukan untuk pemerataan pembangunan sepak bola.

Konsistensi sikap ini penting karena Asia Tenggara merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan penggemar sepak bola tercepat di dunia. Dukungan dari kawasan ini memberikan legitimasi politik yang signifikan bagi FIFA untuk melanjutkan negosiasi dengan calon investor global.

Apa yang Berubah bagi Negara Berkembang?

Jika skema ini terealisasi, negara berkembang tidak hanya akan menerima dana hibah. Mereka berpotensi mendapatkan akses pada program kemitraan strategis yang lebih besar, termasuk transfer teknologi pelatihan dan manajemen stadion. Bagi PFF, ini adalah peluang untuk mempercepat profesionalisasi liga domestik mereka.

Namun, skema ini juga memicu pertanyaan tentang tata kelola dan transparansi. Publik menanti detail mengenai bagaimana saham tersebut dijual, siapa yang berhak membeli, dan bagaimana pengawasan penggunaan dana. FIFA sendiri belum merilis kerangka kerja resmi, tetapi dukungan dari federasi seperti PFF dan PSSI memberikan momentum bagi Infantino untuk mematangkan proposalnya.

Langkah PFF ini menjadi catatan penting bahwa federasi di luar Eropa mulai mengambil peran lebih aktif dalam menentukan arah kebijakan FIFA. Keputusan final tetap menunggu proses voting di kongres, namun dukungan dari Manila dan Jakarta telah mengirim pesan jelas bahwa perubahan sedang dipertimbangkan serius.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top