PADANG — Ratusan rumah warga terendam dan sejumlah fasilitas umum lumpuh akibat banjir yang menerjang Kota Padang sejak Senin (3/8/2026). Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah menjadi wilayah dengan dampak terbesar setelah sungai-sungai di kota itu meluap.
Di Kuranji, endapan lumpur tebal kini menutupi halaman sekolah dan ruas jalan. Kerusakan infrastruktur penting juga dilaporkan terjadi di beberapa titik, memperparah akses warga yang tengah berupaya membersihkan rumah mereka.
Kunjungan Sestama BNPB Rustian ke Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, bukan sekadar seremonial. Ia menegaskan bahwa pendataan menyeluruh akan segera dilakukan untuk memetakan kebutuhan warga, baik untuk masa tanggap darurat maupun pemulihan pasca-bencana.
"Kami akan mendata seluruh kebutuhan di lapangan dan mengoordinasikannya agar penanganan serta pemulihan pascabencana dapat berlangsung secara maksimal," ujar Rustian di lokasi, Selasa (4/8/2026).
Pernyataan itu disambut baik Pemkot Padang yang berharap ada percepatan, tidak hanya untuk bencana kali ini. Pemerintah kota juga mendesak agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir bandang November 2025 lalu segera direalisasikan.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan langsung harapan itu kepada pemerintah pusat. Menurutnya, warga yang terdampak bencana sebelumnya masih menunggu realisasi perbaikan, sementara musibah baru kembali datang.
"Kami berharap BNPB dapat memberikan dukungan dalam penanganan bencana di Kota Padang. Selain itu, kami juga mengharapkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 agar masyarakat segera merasakan manfaatnya," kata Maigus Nasir saat meninjau lokasi.
Peninjauan ini turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton dan Camat Kuranji Rozaldi Rosman. Kehadiran mereka untuk memastikan data di lapangan akurat dan bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Rustian menambahkan, kunjungan kerja ini adalah bentuk perhatian serius pemerintah pusat terhadap daerah yang tertimpa musibah. Pihaknya menilai kondisi lapangan harus dilihat langsung agar penanganan tidak salah sasaran.
"BNPB akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang untuk mempercepat penanganan dampak bencana ini," tegasnya.
Sinergi antara BNPB dan Pemkot Padang ini diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan serta memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan maksimal. Warga di tiga kecamatan yang paling terdampak menjadi prioritas utama dalam pemulihan kali ini.