Pemkot Padang Panjang Libatkan 60 Warga dalam Sosialisasi Cegah Kekerasan dan Perkawinan Anak

Penulis: Binsar Gultom  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 11:57:01 WIB
warga mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan dan perkawinan anak di Aula Hotel Rang Kayo Basa, Padang Panjang, Kamis.

PADANG PANJANG — Upaya menciptakan lingkungan ramah anak di Kota Padang Panjang kembali digencarkan. Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) setempat mengumpulkan puluhan perwakilan masyarakat dalam agenda edukasi yang berlangsung di Aula Hotel Rang Kayo Basa, Kamis.

Sebanyak 60 peserta yang hadir berasal dari perwakilan keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan. Mereka dibekali pemahaman mengenai hak-hak anak dan cara mengenali berbagai bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari.

Perlindungan Anak Bukan Tugas Pemerintah Semata

Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Winarno, menyampaikan bahwa persoalan kekerasan dan perkawinan anak tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah seorang diri. Menurutnya, lingkungan sekitar memiliki peran yang sama besarnya dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda.

"Perlindungan anak membutuhkan sinergi semua pihak. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami hak-hak anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta bersama-sama mencegah terjadinya perkawinan anak demi menyelamatkan masa depan generasi penerus," ujarnya.

Winarno menambahkan, peningkatan pemahaman warga menjadi langkah fundamental untuk menekan angka praktik perkawinan usia dini yang masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah daerah.

Pola Asuh Positif Kunci Cegah Kekerasan

Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, turut menyoroti peran keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak. Ia menekankan pentingnya pola asuh positif dan komunikasi yang terbuka antara orang tua dengan anak.

Menurutnya, banyak kasus kekerasan berawal dari kegagalan komunikasi di dalam rumah. Anak yang merasa tidak didengar atau takut bercerita cenderung menyembunyikan masalah, sehingga kekerasan bisa berulang tanpa terdeteksi.

Kolaborasi antara TP-PKK, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan disebutnya perlu terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan target menjadikan Padang Panjang sebagai kota yang benar-benar ramah bagi anak, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari aspek perlindungan dan pemenuhan hak dasar.

Mengapa Edukasi Ini Menjadi Prioritas?

Persoalan kekerasan terhadap anak dan perkawinan dini kerap menjadi tantangan tersembunyi di masyarakat. Minimnya pemahaman sering kali membuat kasus-kasus ini tidak terlaporkan atau bahkan dianggap wajar.

Melalui sosialisasi ini, Pemkot Padang Panjang berharap muncul agen-agen perubahan di tingkat komunitas. Para peserta diharapkan mampu menyebarkan pemahaman tentang perlindungan anak ke lingkungan masing-masing, baik di tingkat RT/RW maupun di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah kota dalam menyiapkan generasi berkualitas. Dengan lingkungan yang aman dan pola asuh yang tepat, anak-anak di Padang Panjang diharapkan bisa tumbuh optimal tanpa rasa takut, serta terhindar dari praktik perkawinan yang merampas hak mereka untuk belajar dan bermain.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top