Pemkab Agam Siapkan Lahan 10 Hektare di Lubuk Basung untuk Sekolah Rakyat, Tunggu SK Kementerian ATR

Penulis: Binsar Gultom  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32:31 WIB
Bupati Agam menyiapkan lahan 10 hektare di Padang Madani, Lubuk Basung, untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

LUBUK BASUNG — Upaya mewujudkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Agam memasuki babak baru. Setelah usulan pertama di Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, gagal lolos verifikasi, pemerintah daerah kini mengalihkan lokasi ke lahan seluas 10 hektare di Padang Madani, Lubuk Basung. Lahan ini diklaim sudah siap dan tinggal menunggu proses administrasi dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, mengungkapkan bahwa lahan yang akan digunakan merupakan area bekas PT Inang Sari. Pihaknya optimistis lokasi baru ini akan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) setelah sebelumnya tim pusat melakukan survei dan menilai lokasi awal tidak layak.

Proses Administrasi dan Survei Lanjutan

Villa Erdi menjelaskan, langkah pertama yang krusial adalah penerbitan SK dari Kementerian ATR/BPN terkait status lahan. Setelah SK resmi keluar, tim dari Kemensos akan dijadwalkan untuk melakukan survei langsung ke lokasi di Padang Madani tersebut.

"Lahan sudah tersedia dan tinggal surat keputusan (SK) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional," kata Villa Erdi di Lubuk Basung, Senin.

Ia menambahkan, setelah survei selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah penetapan lokasi resmi oleh Kemensos. Namun, ia tidak bisa memastikan kapan proses ini akan tuntas karena antrean pengajuan dari berbagai daerah di Indonesia cukup panjang.

Usulan Kedua Setelah Lokasi Awal Ditolak

Keputusan mengajukan lokasi baru ini merupakan langkah cepat Pemkab Agam. Pada 2025, pemerintah daerah sempat mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya. Namun, tim dari Kemensos menilai lokasi tersebut tidak memenuhi syarat setelah dilakukan survei.

"Atas dasar itu, kita mengusulkan lokasi baru dan berharap lolos nantinya," ujarnya.

Kegagalan di lokasi pertama menjadi pelajaran berharga. Pemkab Agam berharap lahan bekas PT Inang Sari yang lebih luas dan memiliki akses memadai ini bisa menjadi solusi permanen bagi program pendidikan untuk keluarga miskin tersebut.

Target: Memutus Rantai Kemiskinan Antar Generasi

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin Desil 1 dan 2. Konsepnya adalah sekolah berasrama yang memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis, termasuk makan bergizi, laptop, dan perlengkapan sekolah lengkap.

Villa Erdi menegaskan bahwa penyediaan lahan ini adalah bentuk komitmen daerah dalam menyukseskan program nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar semakin banyak anak Indonesia yang layak dan berkualitas untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci agar semakin banyak anak Indonesia yang layak dan berkualitas untuk meraih masa depan yang lebih baik," katanya.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Agam nantinya diharapkan mampu menjangkau anak-anak kurang mampu di wilayah Sumatera Barat bagian barat, sehingga kesenjangan akses pendidikan bisa semakin dipersempit.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top