PADANG — Aktivitas awal pekan di Sumatera Barat diprediksi berlangsung di bawah langit yang didominasi awan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lokal yang dapat mengguyur sejumlah wilayah, khususnya di pesisir barat dan kepulauan.
Untuk Kota Padang dan sekitarnya, prakiraan cuaca cenderung berawan dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, mencapai 76-95 persen. Angin bertiup dengan kecepatan hingga 22 kilometer per jam.
Berbeda dengan kawasan pesisir, daerah dataran tinggi seperti Kota Bukittinggi dan Padang Panjang justru diprediksi menikmati cuaca cerah berawan. Suhu di dua kota tersebut diperkirakan menjadi yang terendah di Sumbar hari ini, yakni berkisar 16-26 derajat Celsius.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Payakumbuh dengan suhu antara 19-29 derajat Celsius. Wilayah Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Solok, Sijunjung, Kota Solok, Sawahlunto, hingga Dharmasraya juga disebutkan berada dalam kondisi berawan hingga cerah berawan.
Meski secara umum cerah, BMKG mengingatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, dan Kepulauan Mentawai. Potensi hujan tersebut diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari.
Kecepatan angin tertinggi diprediksi terjadi di Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kepulauan Mentawai dengan laju hingga 26 kilometer per jam. Sementara itu, tingkat kelembapan udara tertinggi yang mencapai 100 persen berpotensi terjadi di Payakumbuh dan Bukittinggi.
BMKG mencatat suhu maksimum harian di Sumbar berpotensi mencapai 32 derajat Celsius. Angka tersebut diperkirakan terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Dharmasraya.
Masyarakat diimbau tetap mengantisipasi perubahan cuaca yang dinamis, khususnya kemungkinan hujan pada sore dan malam hari. Nelayan dan warga yang beraktivitas di kawasan pesisir juga diminta memperhatikan kondisi angin sebelum melaut atau beraktivitas di perairan.
Informasi prakiraan cuaca terkini dan lebih lengkap dapat dipantau melalui aplikasi Info BMKG.