PADANG — Puluhan siswa SD Negeri 01 Bungo Pasang, Padang, kini memiliki cara baru belajar kebencanaan: membaca komik digital di layar telepon pintar masing-masing. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) memperkenalkan media edukasi interaktif ini untuk menanamkan pemahaman mitigasi bencana sejak usia dini.
Ketua Tim PKM UNP, Dr. Mahesi Agni Zaus, mengatakan komik digital tersebut dirancang khusus agar anak-anak mudah mencerna materi tentang bahaya banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem. Cerita bergambar yang dekat dengan keseharian anak menjadi pintu masuk untuk memahami konsep mitigasi dengan cara menyenangkan.
Narasumber kegiatan, Dr. Andrian, menekankan bahwa pendidikan kebencanaan tidak bisa ditunda hingga dewasa. Anak-anak perlu dikenalkan dengan potensi bahaya di lingkungan sekitar, cara mengenali tanda-tanda awal bencana, serta langkah penyelamatan diri saat keadaan darurat.
“Pendidikan kebencanaan harus dimulai sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana. Penyampaian materi melalui komik digital menjadi pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik,” kata Dr. Andrian dalam paparannya di hadapan para siswa.
Suasana edukasi di SD Negeri 01 Bungo Pasang berlangsung antusias. Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan penyuluhan, tetapi juga aktif dalam sesi diskusi, simulasi sederhana, dan membaca komik digital secara mandiri. Panitia menyiapkan hadiah menarik bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
Kepala SD Negeri 01 Bungo Pasang, Yuni Hayati Putri, S.Pd.SD, menyambut baik program ini. Menurutnya, kemasan digital membuat materi kebencanaan lebih efektif terserap oleh peserta didik dibandingkan metode ceramah konvensional.
Ketua KSB, Yuliasman, S.Sos., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan tim pengabdi UNP. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat adalah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas warga di kawasan yang memiliki risiko bencana hidrometeorologi.
Tim pengabdian UNP yang terlibat terdiri dari Ade Irferamuna, M.Pd., Hayyu Yumna, M.Pd., Dr. Rizky Ema Wulansari, S.Pd., M.Pd.T., dan Dr. Syaiful Islami, S.Pd., M.Pd.T. Mereka berkontribusi mulai dari pengembangan media komik, penyusunan materi, hingga pendampingan peserta di lapangan.
Program ini tidak sekadar pelatihan seremonial. UNP menargetkan literasi kebencanaan anak-anak di wilayah rawan bencana meningkat, sehingga lahir generasi yang tangguh dan adaptif. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 11 tentang kota berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan.
Ke depan, model edukasi berbasis teknologi digital ini diharapkan bisa direplikasi di sekolah-sekolah lain di Sumatera Barat. Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pun dapat dimulai lebih awal melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan mudah diakses.