PADANG — Anggaran sebesar Rp38 miliar itu tidak hanya digunakan untuk kebutuhan teknis penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga difokuskan pada pembinaan atlet jangka panjang. Dari total tersebut, porsi terbesar mencapai Rp23 miliar dialokasikan untuk bonus atlet Kota Padang yang berhasil meraih medali.
Sisa anggaran lainnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional pertandingan serta penguatan program latihan di masing-masing cabang olahraga. Langkah ini diambil untuk memastikan para atlet tidak hanya siap secara mental, tetapi juga memiliki dukungan finansial yang memadai.
Fadly Amran menyebut Porprov XVI Sumbar memiliki arti strategis bagi keberlanjutan pembinaan olahraga prestasi di daerah. Pasalnya, ajang ini vakum selama sekitar delapan tahun sehingga menjadi momentum penting bagi atlet untuk kembali mengasah kemampuan bertanding.
“Porprov XVI Sumbar menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali pembinaan dan pengalaman bertanding atlet setelah ajang tersebut vakum selama sekitar delapan tahun. Pemko Padang mendukung penuh ajang ini yang juga bagian dari pembinaan atlet menuju PON 2028,” ujar Fadly.
Dengan jadwal pelaksanaan yang direncanakan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026, Fadly mengingatkan bahwa waktu persiapan yang tersisa kurang lebih dua bulan. Ia meminta seluruh unsur terkait untuk bergerak cepat dan tidak menunda pekerjaan.
“Berarti tinggal dua bulan lagi sehingga kita harus mempersiapkannya untuk mempertahankan gelar juara umum Kota Padang. Tekad ini sejalan dengan semangat Program Unggulan (Progul) Padang Juara yang terus kita dorong,” katanya.
Persiapan yang diminta mencakup kesiapan venue pertandingan, pembagian tugas panitia, pelayanan terhadap kontingen, hingga aspek keamanan dan kebersihan. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi faktor kunci agar pertandingan berjalan aman dan lancar.
Ketua KONI Kota Padang Erianto mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dengan KONI Sumbar, Dispora, dan pengurus cabor untuk memastikan kesiapan pertandingan sesuai jadwal. Rakornis ini menjadi wadah untuk menyatukan langkah antara semua pemangku kepentingan.
“Kita akan terus berkolaborasi dengan KONI Sumbar, Dispora, pengurus cabor, serta seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan pertandingan sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Erianto.
Ketua Organizing Committee (OC) Porprov XVI Dr. Septri menekankan bahwa kesiapan tuan rumah menjadi faktor penting dalam kelancaran pertandingan. Ia meminta seluruh kebutuhan teknis dipetakan sejak jauh hari agar tidak ada persoalan yang mengganggu jalannya ajang.
“Rakornis ini penting untuk memastikan seluruh kebutuhan pertandingan di masing-masing tuan rumah terpetakan dengan baik. Kita ingin ketika Porprov dimulai, venue, perangkat pertandingan, pelayanan kontingen dan kebutuhan teknis lainnya sudah benar-benar siap,” kata Septri.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Porprov bukan hanya soal perolehan medali, tetapi juga bagaimana tuan rumah memberikan pelayanan terbaik kepada atlet, ofisial, dan seluruh kontingen. Kota Padang dinilai memiliki pengalaman dan fasilitas yang memadai untuk menjalankan peran tersebut.