PADANG — Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan se-Sumatera Barat mengikuti Summit Teacher Sumbar 2026 yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 13-14 Agustus 2026. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan langkah konkret pemerintah daerah menjawab tantangan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Co Founder Indonesia Inspiring Teacher, Syaiful Husein, menyebutkan bahwa rangkaian acara akan diisi dengan penguatan wawasan dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya. Puncaknya, pemberian penghargaan akan diberikan kepada 11 orang guru berprestasi tingkat nasional asal Sumatera Barat dan 15 sekolah berprestasi.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menggarisbawahi persoalan mendasar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, yakni minimnya pembinaan karakter calon guru. Menurutnya, dahulu profesi guru lahir dari lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang sudah ditempa sejak bangku SLTA.
"Dulu seseorang menjadi guru itu memang dari awal, pendidikan SLTA-nya bagus, ada SPG namanya. Setelah itu mereka menjadi guru. Kalau sekarang kan tidak ada lagi SPG, sehingga pembinaan itu dirasa sangat kurang, dibandingkan dulu," ungkapnya di hadapan para peserta.
Oleh sebab itu, Gubernur menegaskan perlunya seleksi ketat terhadap calon pendidik. Guru tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi harus memiliki karakter dan moral yang kuat untuk menyiapkan generasi unggul. "Orang yang menjadi guru ini, harus disiapkan, punya karakter, yang punya moral, kemudian menyiapkan generasi-generasi yang unggul dan berkualitas," tegasnya.
Mahyeldi juga menegaskan komitmennya dalam mengarahkan anggaran daerah untuk menangani kewenangan provinsi, khususnya di sektor infrastruktur dan pendidikan. Arahan ini disampaikan langsung kepada Sekretaris Daerah dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar.
"Saya maunya ke depan, yaitu anggaran-anggaran itu memang betul-betul untuk menangani kewenangan kita. Infrastruktur, kemudian juga pendidikan, sekolah, kecuali nanti ada bencana ya, dan darurat-darurat yang lainnya," ujarnya.
Ia pun meminta dukungan anggota DPRD untuk mengucurkan pokok-pokok pikiran (pokir) mereka bagi penanganan yang menjadi kewenangan Provinsi Sumatera Barat. Hal ini dinilai penting demi tertibnya pertanggungjawaban pemerintah, baik kepada publik maupun secara moral.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti pemanfaatan dana sertifikasi guru. Ia menegaskan bahwa 20 persen dari dana sertifikasi yang diterima guru harus digunakan untuk peningkatan kapasitas diri, salah satunya melalui kegiatan seperti Summit Teacher ini.
"Bahkan kita di provinsi juga sudah ada edaran, guru-guru untuk memastikan peningkatan SDM-nya. Bisa yang mereka lakukan sendiri, bisa pula dikoordinasikan dengan lembaga-lembaga profesional," jelasnya.
Kegiatan yang digelar di Padang ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi beserta jajaran, Pimpinan Redaksi Haluan sekaligus Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi, para Ketua MKKS, MGMP, SLB, serta ratusan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.