Mahasiswa KKN Unand Rancang Master Plan Wisata Tabek Busuak di Tanah Datar, Anggaran Capai Rp 1,8 Miliar

Penulis: Bastian Sihombing  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:11:31 WIB
Mahasiswa KKN Unand memaparkan rancangan master plan kawasan wisata Tabek Busuak di Tanah Datar dengan total anggaran Rp1,83 miliar.

TANAH DATAR — Kawasan kolam pemancingan Tabek Busuak selama ini menyimpan potensi wisata besar dengan panorama Gunung Marapi, namun belum tertata optimal. Kini, tim KKN Aie Angek 2026 Universitas Andalas menghadirkan rancangan tata ruang yang diharapkan menjadi acuan pemerintah nagari dalam pengembangan kawasan secara bertahap.

Rancangan ini lahir dari hasil survei lapangan yang menunjukkan panjang jalur tepi kolam mencapai sekitar 700 meter. Berdasarkan data tersebut, tim menyusun pembagian zona yang meliputi area spot mancing di sisi kolam, zona gazebo dan ruang duduk di sepanjang lintasan joging, lapak UMKM, musholla, toilet, serta gapura view Gunung Marapi sebagai penanda area foto.

Biaya Realisasi Capai Rp 1,83 Miliar

Untuk merealisasikan master plan tersebut, tim KKN turut menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mengacu pada Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Cipta Karya dan Daftar Harga Dasar Satuan Upah & Bahan Kabupaten Tanah Datar Triwulan I 2026. Total biaya yang dibutuhkan tercatat sebesar Rp1.834.114.650,41 termasuk PPN 11 persen.

Porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pekerjaan dinding penahan tanah atau DAM yang mencapai 52,18 persen, disusul pembangunan lintasan joging sebesar 22,30 persen. Sisanya digunakan untuk pembangunan gazebo, musholla, lapak UMKM, dan fasilitas pendukung lainnya.

Desain 3D dengan Pendekatan Smart Landscape

Proses perancangan dilakukan melalui sembilan tahapan utama. Dimulai dari survei lapangan, pemodelan kondisi eksisting dua dimensi menggunakan Autocad, pembagian layout kawasan ke dalam beberapa zona fasilitas, hingga perancangan detail desain tiga dimensi menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit.

Pendekatan Building Information Modeling (BIM) berbasis Autodesk Revit ini memungkinkan setiap elemen desain, seperti gazebo, musholla, lapak UMKM, spot mancing, dan lintasan joging, dievaluasi kesesuaiannya dengan kondisi lapangan sebelum dituangkan ke dalam gambar kerja. Tim juga merancang detail potongan melintang tepi kolam di sepanjang jalur lintasan joging untuk memastikan kestabilan struktur pembatas kolam.

Mengapa Kawasan Ini Perlu Dikembangkan?

Kolam yang berada di tengah permukiman warga ini memiliki pemandangan terbuka ke arah Gunung Marapi. Potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal karena minimnya fasilitas pendukung dan penataan yang kurang terarah.

“Kondisi ini menyebabkan potensi wisata kawasan belum dapat dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi kenyamanan pengunjung maupun peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar salah satu anggota tim KKN. Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Dukungan Pemerintah Nagari dan Dosen Pembimbing

Seluruh rancangan telah melalui proses asistensi secara berkala bersama pembimbing teknis lapangan, Popy Kurniawan, S.T., untuk memastikan desain sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr.Eng. Fauzan, S.T., M.Sc.Eng selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN Aie Angek 2026.

Wali Nagari Aie Angek, Riki Mulyadi, S.S., beserta jajaran perangkat nagari memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Dokumen master plan dan detail desain yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan teknis bagi pemerintah nagari dalam mengembangkan kawasan wisata Tabek Busuak secara bertahap dan terintegrasi.

Keberhasilan realisasi fisik kawasan ini masih bergantung pada dukungan pendanaan dan komitmen keberlanjutan dari pemerintah nagari serta masyarakat setempat. Tim KKN beranggotakan Rifal Asri Muzakir, Asratul Hayaturrahmah, M. Zaky Ghaziul Haq, Khairul Luthfi, dan Putri Zuyina.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: mimbarsumbar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top