PADANG — Dua insiden tenggelam yang menimpa anak-anak di dua aliran sungai berbeda di Kota Padang berakhir dengan penemuan jasad korban oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang Abdul Malik mengonfirmasi kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan telah dievakuasi.
"Dua korban yang tenggelam di dua lokasi dan waktu terpisah telah ditemukan oleh tim hari ini," kata Abdul Malik di Padang, Ahad.
Josua (15) dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8) setelah terseret arus saat mandi-mandi bersama tiga temannya di Sungai Batang Arau, Padang Selatan. Warga setempat yang mengetahui kejadian itu sempat memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan tiga anak lainnya, namun Josua tidak ditemukan.
Setelah dinyatakan hilang sekitar dua hari, tim gabungan akhirnya menemukan korban di laut perairan Padang, dekat Pulau Sinyaru. Jasad korban dievakuasi dan langsung dibawa ke pihak keluarga.
Sementara itu, Zahir (11) tenggelam pada Sabtu (15/8) ketika tengah mandi-mandi di aliran sungai Batang Kuranji, Air Tawar Barat. Warga setempat telah berusaha melakukan pencarian sejak awal kejadian, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan pada Minggu.
Abdul Malik menjelaskan proses pencarian melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur dan instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, TNI, Komunitas Siaga Bencana, hingga masyarakat sekitar.
Tim gabungan melakukan penyisiran wilayah perairan mulai dari hulu sungai hingga perairan laut menggunakan kapal. Upaya pencarian dilakukan intensif sejak korban pertama dilaporkan hilang hingga kedua korban berhasil ditemukan.
Dua peristiwa tenggelam yang terjadi hampir bersamaan di lokasi berbeda ini menjadi peringatan bagi orang tua dan warga Padang akan bahaya bermain di aliran sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras. Kedua korban diketahui tengah mandi-mandi bersama teman-temannya ketika insiden terjadi.