SUMATERA BARAT — Kabar selamat datang dari Bondowoso. Tiga pendaki yang sempat dilaporkan hilang di kawasan Gunung Krincing, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, akhirnya ditemukan dalam kondisi hidup oleh tim SAR gabungan. Mereka dievakuasi setelah berhari-hari bertahan di medan yang tidak masuk dalam rute pendakian resmi.
Proses pencarian berlangsung alot. Medan yang berat memaksa tim bekerja hingga malam hari sebelum ketiganya bisa dibawa turun dengan selamat. Setibanya di bawah, mereka langsung mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Grujugan untuk memulihkan kondisi fisik akibat dehidrasi.
Kejadian bermula ketika empat orang melakukan pendakian menuju Gunung Krincing yang berada di Pegunungan Argopuro. Dua hari perjalanan, rombongan mulai menghadapi kendala. Salah seorang pendaki asal Bondowoso mengalami cedera dan memutuskan turun lebih dulu, sementara tiga rekannya memilih melanjutkan perjalanan.
Keputusan itu menjadi awal masalah. Ketiga pendaki yang melanjutkan perjalanan justru keluar dari jalur yang benar dan berakhir tersesat. Mereka adalah Steven Juventino (20) asal Kabupaten Magelang, Eza Yuan Bintang Aidil (22) asal Kecamatan Botolinggo, Bondowoso, serta I Gusti Ngurah Rai Adi Saputra (22) asal Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
Gunung Krincing bukanlah destinasi pendakian yang diperuntukkan bagi aktivitas umum. Petugas menegaskan kawasan ini tidak memiliki jalur pendakian resmi. Rombongan yang tersesat diduga kuat memasuki rute ilegal yang tidak pernah direkomendasikan untuk publik.
Kondisi medan di Gunung Krincing dikenal berat dengan kontur yang menantang. Kombinasi antara kurangnya penanda jalur dan minimnya fasilitas pendukung membuat kawasan ini sangat riskan bagi pendaki yang tidak berpengalaman. Risiko tersesat, cedera, hingga kehabisan bekal menjadi ancaman nyata.
Peristiwa di Gunung Krincing ini menjadi pelajaran berharga bagi para pecinta alam. Sebelum berangkat, pastikan destinasi yang dipilih memiliki status jalur resmi yang dikelola oleh pihak berwenang. Verifikasi informasi melalui komunitas pendaki atau instansi terkait seperti kantor desa setempat.
Evakuasi ketiga pendaki di Gunung Krincing berjalan lancar meski memakan waktu hingga malam hari. Kondisi mereka kini berangsur pulih setelah mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini menegaskan bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama, jauh di atas ambisi menaklukkan puncak.