TK Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Kenalkan Nusantara ke Santri Usia Dini lewat Lagu dan Mewarnai Peta

Penulis: Bastian Sihombing  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:02:31 WIB
Santri usia dini TK Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung menyanyikan lagu "Dari Sabang Sampai Merauke" dalam pembelajaran tematik kebangsaan.

SIJUNJUNG — Suasana patriotik bulan Agustus masih terasa di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Di tengah perayaan menuju HUT ke-81 Republik Indonesia, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim menggelar pembelajaran tematik kebangsaan bagi santri jenjang usia dini pada Kamis pagi.

Metode yang digunakan memadukan seni, musik, dan literasi kebangsaan. Para santri tidak hanya diajak menghafal, tetapi merasakan langsung kebesaran bangsa Indonesia melalui aktivitas yang menyenangkan.

Lagu "Dari Sabang Sampai Merauke" Jadi Jembatan Awal

Sesi pagi dimulai dengan menyanyikan lagu wajib nasional "Dari Sabang Sampai Merauke" di aula terbuka sekolah. Suara-suara kecil nan jernih melantunkan lirik demi lirik dengan penuh semangat, mengubah ruang kelas menjadi area yang riuh keceriaan.

Bagi anak usia dini, musik menjadi jembatan paling efektif untuk memperkenalkan konsep abstrak seperti batas wilayah negara. Ustadzah pendamping menggunakan lirik "Menyambung menjadi satu, itulah Indonesia" sebagai poin utama menjelaskan arti persatuan.

"Lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke' bukan sekadar nyanyian bagi kami di Akhlak Cendekia Muslim. Ini adalah cara kami mengenalkan identitas diri mereka sebagai anak Indonesia. Kami ingin sejak kecil mereka sudah bangga bahwa mereka tinggal di negeri yang sangat indah dan luas ini," ujar salah satu ustadzah pendamping kelas TK A dengan wajah berseri.

Mewarnai Peta: Melatih Motorik Halus sambil Belajar Geografi

Setelah semangat terpompa melalui lagu, kegiatan berlanjut ke aktivitas psikomotorik yang lebih mendalam. Para santri menerima lembar kerja berisi siluet pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua untuk diwarnai dengan krayon.

Tugas ini dirancang untuk melatih koordinasi mata dan tangan sekaligus mengenalkan geografi dasar secara visual. Santri KB tampak antusias menggoreskan krayon berwarna-warni, sementara santri TK A mulai belajar mengenali nama-nama pulau tersebut. Ada yang mewarnai Sumatera dengan hijau sebagai simbol hutan lebat, ada pula yang menggunakan warna-warna cerah sesuai imajinasi.

Selama proses mewarnai, para ustadzah berkeliling memberikan penjelasan singkat mengenai keunikan setiap pulau. Saat santri mewarnai Sumatera, ustadzah menceritakan bahwa Sijunjung tempat mereka tinggal adalah bagian dari pulau besar tersebut. Hal ini membuat pembelajaran lebih relevan dan menyentuh sisi emosional anak karena mereka merasa menjadi bagian langsung dari peta yang sedang diwarnai.

Kurikulum Integratif: Akhlak Berjalan Beriringan dengan Kewarganegaraan

Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum integratif yang disusun Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Yayasan meyakini pendidikan akhlak harus berjalan beriringan dengan pendidikan kewarganegaraan. Seorang muslim yang baik adalah mereka yang memiliki kontribusi dan rasa cinta besar terhadap tanah airnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim menekankan bahwa pengenalan wilayah Indonesia sangat penting untuk menangkal rasa rendah diri dan menumbuhkan rasa percaya diri pada santri sejak dini.

Dukungan fasilitas memadai di kompleks pendidikan Jalan Cendekia Muslim memberikan kenyamanan maksimal bagi para santri. Ruang kelas ramah anak, lingkungan sekolah hijau, dan udara perbukitan yang segar membuat anak-anak betah berlama-lama melakukan aktivitas edukatif ini.

Kedekatan pihak sekolah dengan perangkat Nagari dan Bapak Jorong Pale memastikan suasana sekitar tetap kondusif dan aman. Keamanan lingkungan memungkinkan para santri fokus belajar tanpa gangguan kebisingan.

Para wali santri di Kabupaten Sijunjung menyambut positif kegiatan ini. Mereka bangga karena putra-putri mereka tidak hanya diajarkan hafalan doa dan adab, tetapi juga diberikan wawasan kebangsaan yang kuat sejak usia dini.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: analisaterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top