Pemko Sawahlunto dan Kementerian PU Bahas RPIKS Cagar Budaya, Targetkan Infrastruktur Terpadu

Penulis: Bastian Sihombing  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:03:02 WIB
Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah memimpin rapat penyusunan RPIKS Cagar Budaya bersama Kementerian PU di Sawahlunto, Rabu (19/8/2026).

SAWAHLUNTO — Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menegaskan keterpaduan perencanaan adalah kunci utama penanganan kawasan Cagar Budaya Sawahlunto. Tanpa perencanaan kolektif, pembangunan infrastruktur berisiko tumpang tindih dan tidak optimal melayani masyarakat.

“Keterpaduan perencanaan menjadi kunci agar penanganan kawasan Cagar Budaya Sawahlunto menghasilkan pembangunan yang lebih terarah, saling mendukung, dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan kota dan pelayanan masyarakat,” ujarnya dalam rapat yang digelar Rabu (19/8/2026).

Aspek Teknis yang Dibahas dalam RPIKS Cagar Budaya

Rapat yang melibatkan Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis ini menyoroti sejumlah aspek teknis. Mulai dari penetapan lokasi prioritas, konsepsi perancangan kawasan, hingga penyusunan indikasi matriks keterpaduan program.

Jeffry menegaskan kesepakatan atas aspek-aspek tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur memiliki arah yang jelas. Setiap program yang dijalankan pun bisa saling mendukung, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Lintas Sektor Terlibat, dari Kementerian hingga BUMN

Penyusunan RPIKS tidak hanya melibatkan Pemko Sawahlunto dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian Kebudayaan, Kementerian Perhubungan, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan tim pendamping turut ambil bagian.

Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan menyelaraskan kebutuhan kawasan cagar budaya dengan program, kewenangan, serta tanggung jawab masing-masing pihak. Sebab, penanganan kawasan bersejarah tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi.

Langkah Pemko Sawahlunto Setelah RPIKS Tersusun

Pemko Sawahlunto berkomitmen menindaklanjuti hasil penyusunan RPIKS hingga tahap implementasi. Jeffry mengarahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk segera memetakan kebutuhan, kewenangan, serta langkah strategis berdasarkan kesepakatan yang telah disusun.

Langkah ini diambil untuk memperkuat koordinasi antarpihak. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di kawasan Cagar Budaya Sawahlunto dapat terintegrasi, mendukung pengembangan kota secara menyeluruh, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: semangatnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top