Target 60 Ribu Wisatawan di 2026, Pemkab Pasaman Barat Minta Pokdarwis Pantai Sasak hingga Air Bangis Perketat Pelayanan

Penulis: Ronal Siregar  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:16:31 WIB
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Afrizal, menyampaikan arahan kepada pengelola destinasi wisata di Simpang Empat, Senin.

SIMPANG EMPAT — Target kunjungan 60 ribu wisatawan pada 2026 menuntut kesiapan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di pesisir Pasaman Barat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat meminta pengelola destinasi tidak hanya menyiapkan fasilitas, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar agar mengutamakan pelayanan terbaik bagi pengunjung.

"Pelayanan yang baik itu harus diberikan sehingga wisatawan dapat berasa aman, tertib, bersih dan memberikan kesan yang baik bagi pengunjung," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Senin.

Saat ini, Pokdarwis yang aktif baru tersebar di tiga titik utama, yakni Pantai Sasak, Pantai Sikabau, dan Pantai Air Bangis. Afrizal menyebut evaluasi terhadap kinerja pengelola terus dilakukan secara berkala dalam setiap pertemuan.

Pantai Sasak dan Air Bangis Jadi Andalan Utama

Destinasi pantai barat khatulistiwa itu membentang dari Katiagan, Mandiangin, Muaro Bingung Kinali, hingga Pantai Maligi, Sikilang, dan Sikabau. Namun, dua lokasi menjadi primadona karena akses dan daya tariknya: Pantai Sasak dan Pantai Air Bangis.

Pantai Sasak di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Simpang Empat. Hamparan pohon mahoni di tepi pantai menjadi daya tarik utama, dengan kuliner khas gulai sabo dan ikan sobam bakar yang selalu ramai peminat.

Adapun Pantai Air Bangis di Kecamatan Sungai Beremas berjarak sekitar 70 kilometer dari ibu kota kabupaten. Lokasi ini menawarkan pengalaman berbeda dengan pusat kerajinan sulaman benang emas khas "bonang omeh", pengolahan ikan asin, serta batik Desa Baru yang bisa dinikmati pengunjung.

Fasilitas Penunjang dan Pembenahan Bertahap

Untuk mendukung kenyamanan, Dinas Pariwisata Pasaman Barat secara bertahap membenahi sejumlah infrastruktur dasar di objek wisata pantai. Pembangunan parkir, toilet, dan rumah panggung menjadi prioritas utama dalam anggaran tahun ini.

"Keberadaan pokdarwis sangat penting dalam upaya mencapai target kunjungan wisatawan selama 2026," ujar Afrizal menambahkan.

Pembenahan juga menyentuh sektor sumber daya manusia. Peningkatan kapasitas bagi pengelola dan masyarakat sekitar terus digencarkan agar standar pelayanan meningkat seiring bertambahnya jumlah wisatawan.

Konservasi Penyu di Pantai Maligi

Selain dua destinasi utama, Pantai Indah Maligi juga memiliki potensi besar dengan hamparan pasir putih dan kawasan konservasi penyu. Lokasi ini dinilai strategis untuk wisata edukasi lingkungan, meski masih membutuhkan pendampingan pengelolaan yang lebih serius.

Dengan capaian 40 ribu kunjungan pada 2024 dan 60 ribu kunjungan pada 2025, Pemkab Pasaman Barat optimistis tren positif ini berlanjut. Kunci utamanya ada pada kemampuan Pokdarwis menjaga kualitas pelayanan dan kebersihan di tengah meningkatnya arus wisatawan.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top