ISPU Dharmasraya Sentuh Angka 130, Pemkab Bagikan Ribuan Masker ke Pengguna Jalan di Pulau Punjung

Penulis: Binsar Gultom  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:26:32 WIB
Petugas membagikan masker kepada pengguna jalan di Pulau Punjung, Dharmasraya, sebagai respons atas ISPU yang mencapai angka 130.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung sebagai respons atas memburuknya kualitas udara. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), angka polusi di daerah itu mencapai 125–130 atau masuk kategori tidak sehat.

PULAU PUNJUNG — Pembagian masker ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Annisa Suci Ramadhani di tengah kondisi udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya, Martin Efendi, menyebut langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat.

"Sesuai arahan Ibu Bupati, kita mengambil langkah-langkah penting dalam menghadapi kebakaran hutan dan mengantisipasi dampaknya, termasuk membagikan masker kepada pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan," ujarnya, Rabu.

Pembagian Masker Bakal Menyasar Seluruh Kecamatan

Martin Efendi menegaskan pembagian masker tidak akan berhenti di Pulau Punjung. Pemerintah kabupaten akan memperluas jangkauan bantuan hingga ke tingkat nagari atau desa adat.

Distribusi tahap berikutnya akan dikoordinasikan melalui para camat di masing-masing wilayah. Dengan begitu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan di daerah lain juga mendapatkan perlindungan serupa.

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi, memaparkan data terkini kualitas udara di wilayahnya. Angka ISPU tercatat berada pada rentang 125–130.

"Nilai tersebut menunjukkan kualitas udara mulai berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara," kata Novandri.

Dalam skala ISPU, nilai 101–200 memang masuk kategori tidak sehat. Adapun rentang 0–50 berarti baik, 51–100 sedang, 201–300 sangat tidak sehat, dan 301 ke atas masuk kategori berbahaya.

Imbauan untuk Warga dan Kesiapsiagaan Petugas

Pemkab Dharmasraya meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika terpaksa keluar rumah, warga diminta menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Di sisi lain, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) telah menyiagakan personel serta peralatan pemadaman. Pemerintah daerah juga menjalin koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri untuk pencegahan dan penanganan karhutla di lapangan.

Warga Diminta Tidak Membakar Lahan

Sosialisasi terus digencarkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang menjadi pemicu utama kabut asap. Martin Efendi menegaskan bahwa membakar lahan hanya akan memperburuk kondisi udara dan mengancam kesehatan bersama.

"Kita mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Mari bersama-sama mencegah karhutla demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan kita bersama," katanya.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top