Tradisi Malamang Mauluik Gadang di Padang Pariaman Digelar, Warga Bakar Lemang Bambu untuk Peringati Maulid Nabi

Penulis: Ronal Siregar  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:41:31 WIB
Warga bergotong royong membakar lemang bambu dalam tradisi Malamang Mauluik Gadang di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (24/8/2026).

Ratusan warga di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menggelar tradisi Malamang Mauluik Gadang dengan membakar lemang bambu secara bersama-sama pada Senin (24/8/2026). Kegiatan ini menjadi wujud syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus upaya menjaga warisan leluhur tetap hidup di tengah generasi muda.

PADANG PARIAMAN — Warga di sejumlah nagari di Kabupaten Padang Pariaman kompak menggelar tradisi Malamang Mauluik Gadang, Senin (24/8/2026). Mereka menyiapkan lamang atau lemang yang dibakar dalam ruas bambu sebagai bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, Malamang menjadi medium untuk merawat identitas budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi yang kian deras.

Lemang Bambu dan Kebersamaan Warga

Proses pembuatan lamang dilakukan secara gotong royong. Warga bahu-membahu mengisi bambu dengan beras ketan dan santan sebelum kemudian dibakar di atas bara api.

Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, dari orang tua hingga anak muda. Keterlibatan generasi muda menjadi perhatian utama, sebab merekalah yang nantinya akan meneruskan tradisi ini.

Suasana kebersamaan tampak kental di lokasi. Bau harum lemang yang matang mulai tercium, menandakan proses memasak hampir selesai dan hidangan siap disantap bersama.

Menjaga Warisan Leluhur agar Tak Punah

Malamang Mauluik Gadang merupakan salah satu kekayaan budaya yang masih bertahan di Sumatera Barat. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa tradisi lokal mampu hidup berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan.

Di tengah gempuran budaya asing, kegiatan semacam ini dinilai penting untuk terus digalakkan. Dengan melibatkan generasi muda secara langsung, diharapkan mereka memiliki rasa memiliki terhadap budaya sendiri.

Perayaan berlangsung khidmat dan meriah. Setelah lemang matang, warga biasanya akan menikmatinya bersama keluarga serta membagikannya kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk berbagi berkah di bulan Maulid.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top