Irman Gusman Dorong Perantau Minang Tak Putus Hubungan dengan Nagari, Ini Konsep Brain Circulation yang Ditawarkan

Penulis: Topan Lubis  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:46:02 WIB
Irman Gusman menyampaikan gagasan brain circulation bagi perantau Minang dalam seminar nasional RMI di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

JAKARTA — Irman Gusman menegaskan bahwa mobilitas anak muda Minang ke berbagai daerah dan negara justru bisa menjadi mesin kemajuan bagi Sumatera Barat, selama ada jembatan yang menghubungkan mereka dengan kampung halaman. Menurutnya, ilmu, pengalaman, jejaring, hingga investasi yang diperoleh di perantauan harus terus mengalir kembali ke nagari.

"Bagi tradisi Minangkabau, brain circulation terasa paling dekat: orang boleh bergerak ke mana saja, tetapi hubungan, pengetahuan, dan kontribusinya tetap berputar kembali untuk nagari," ujar Irman dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (27/8/2026).

Akar Falsafah Merantau: Bukan Sekadar Meninggalkan Kampung

Gagasan ini, kata Irman, bukan barang baru bagi masyarakat Minang. Ia merujuk pada pepatah "Karatau madang di hulu, babuah babungo balun; marantau bujang dahulu, di rumah baguno balun" yang menggambarkan merantau sebagai proses pendewasaan.

Anak muda didorong keluar dari lingkungan asalnya untuk belajar, mencari pengalaman, dan mengasah kemandirian. Tujuannya jelas: kelak kembali dengan manfaat yang lebih besar bagi keluarga dan kampung halaman.

Kontribusi Nyata: dari Melbourne hingga Singapura untuk Sumbar

Irman mencontohkan, perantau Minang di Melbourne bisa membimbing tenaga kesehatan di kampung halaman. Engineer di Singapura dapat membuka akses teknologi bagi mahasiswa Sumbar, sementara pengusaha di Jakarta bisa membantu UMKM nagari memperluas pasar.

"Pergi untuk tumbuh, terhubung untuk berbagi, dan berkontribusi kembali," katanya.

Menurut Irman, Sumatera Barat memiliki modal besar berkat jaringan perantau yang tersebar di berbagai daerah dan negara. Karena itu, ia menilai Rangkayo Minang Indonesia (RMI) bisa menjadi ruang temu antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi perantau, dan nagari.

Warisan Kepemimpinan untuk Generasi Muda

Di akhir sesi, mantan Ketua DPD RI itu mengingatkan bahwa tradisi merantau turut membentuk karakter kepemimpinan tokoh-tokoh Minangkabau yang berkontribusi dalam perjalanan Indonesia. Tradisi ini perlu diwariskan kepada generasi muda dalam bentuk kemandirian, kemampuan beradaptasi, keberanian berpikir, dan kemauan membangun jejaring.

Seminar nasional yang digelar RMI ini mengangkat tema "Tokoh Minangkabau yang Mengubah Indonesia". Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta Sigit Wiajatmoko yang mewakili Gubernur DKI Jakarta, serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: mimbarsumbar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top