TANAH DATAR — Proses pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Tanjung Alam memasuki tahap awal. Setelah pembebasan lahan dinyatakan rampung, pengerjaan jalan penghubung dari jalan utama menuju lokasi sekolah kini mulai berjalan sebagai bagian dari persiapan seremoni peletakan batu pertama.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan bahwa akses jalan merupakan prasyarat vital sebelum konstruksi gedung dimulai. Jalan yang tengah dikerjakan memiliki lebar tujuh meter dengan total panjang mencapai 1,6 kilometer.
Lahan seluas kurang lebih 23 hektare yang menjadi lokasi pembangunan merupakan hibah dari keluarga besar Doni Oskaria kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar. Rancangan kawasan sekolah telah disesuaikan dengan kondisi dan luas lahan yang tersedia.
Menurut Eka Putra, kompleks Sekolah Rakyat di Tanjung Alam nantinya tidak hanya berisi ruang kelas. Kawasan ini akan dilengkapi asrama untuk siswa dan guru, sarana olahraga, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga kantin.
Program pendidikan ini menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi. Peserta didik dari kelompok desil 3 sampai 5 tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi sesuai aturan yang ditetapkan Kementerian Sosial.
Seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung secara gratis, termasuk biaya pendidikan, pakaian seragam, dan perlengkapan sekolah. Saat ini Pemkab Tanah Datar tengah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menyiapkan tenaga pendidik sekaligus melakukan pendataan calon siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembangunan hingga seluruh tahapan selesai. Ia menilai kelengkapan lahan dan akses jalan menjadi modal dasar agar sekolah dapat segera dibangun dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi keluarga kurang mampu.