SUMATERA BARAT — Peluncuran Yamaha YZF-R2 di India akhirnya mewujudkan kehadiran anggota baru keluarga R-Series yang sebelumnya hanya muncul lewat pengajuan merek dagang dan rumor. Model ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengendara yang menginginkan motor sport berkapasitas kecil namun dengan spesifikasi lebih serius daripada R15.
Yang menarik, YZF-R2 bukan sekadar R15 dengan mesin yang dibesarkan. Yamaha menyematkan mesin dan sasis baru, plus sejumlah fitur yang biasanya ditemukan pada motor berkapasitas lebih besar.
Jantung pacu YZF-R2 adalah mesin satu silinder 204 cc, empat langkah, DOHC empat katup dengan pendingin cairan dan injeksi bahan bakar. Tenaga puncaknya mencapai 26,5 PS pada 10.000 rpm dan torsi maksimum 19,1 Nm di 8.000 rpm, disalurkan lewat transmisi enam percepatan.
Fitur assist & slipper clutch sudah termasuk standar. Untuk varian tertentu, Yamaha juga menawarkan quickshifter dua arah yang memungkinkan perpindahan gigi naik dan turun tanpa menarik tuas kopling.
Secara tampilan, YZF-R2 mempertahankan identitas keluarga R-Series dengan full fairing dan posisi berkendara sporty. Bagian depan memakai lampu utama proyektor LED dengan daytime running lights (DRL) LED, sementara desain lampu belakangnya terinspirasi dari YZF-R1M.
Yamaha mengembangkan YZF-R2 menggunakan rangka diamond berbahan pipa baja. Klaimnya, struktur ini memadukan bobot ringan dengan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk gaya berkendara sporty.
Peluncuran ini masih berlangsung di India dan belum ada konfirmasi mengenai ketersediaan atau harga untuk pasar Indonesia. Meski spesifikasinya menjanjikan, perlu diingat bahwa tenaga 26,5 PS masih berada di bawah kelas 250 cc-300 cc, jadi ekspektasi performanya perlu disesuaikan.
Keputusan Yamaha menghadirkan mesin baru 204 cc di sela-sela R15 dan R3 ini menarik untuk disimak. Apakah nantinya akan masuk Indonesia dan bagaimana banderolnya, itu pertanyaan yang masih menunggu jawaban.