Tim Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Universitas Negeri Padang menempuh perjalanan laut selama 14 jam untuk memberikan pelatihan perawatan sistem Electronic Fuel Injection (EFI) bagi 25 siswa dan lima guru di SMKN 3 Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 19-21 Agustus ini juga menyerahkan satu unit Smart Simulator Sistem EFI sebagai media pembelajaran praktik di sekolah kepulauan tersebut.
PADANG — Sebanyak 25 siswa dan lima guru di SMKN 3 Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, kini memiliki sarana baru untuk mempelajari teknologi otomotif. Tim pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) menyerahkan satu unit Smart Simulator Sistem EFI sekaligus menggelar pelatihan perawatan dan perbaikan sistem injeksi bahan bakar elektronik tersebut pada 19-21 Agustus lalu.
Ketua Tim Pengabdian Dr. Nuzul Hidayat, S.Pd., M.T. mengatakan, tantangan geografis menjadi bagian tak terpisahkan dari misi kali ini. Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 14 jam dari Padang.
"Perjalanan panjang menuju Kepulauan Mentawai bukan sekadar perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain, tetapi menjadi gambaran nyata upaya menghadirkan akses pembelajaran, dan teknologi hingga ke daerah kepulauan," ujarnya di Padang, Sabtu.
Smart Simulator Sistem EFI yang diserahkan dirancang sebagai media pembelajaran interaktif. Melalui alat ini, guru dan siswa dapat mengamati komponen sistem EFI secara langsung, termasuk hubungan antara sensor, Electronic Control Unit (ECU), dan aktuator dalam proses kerja mesin.
Nuzul menjelaskan, pelatihan tidak hanya berfokus pada teori. Peserta juga diperkenalkan pada komponen utama sistem EFI, prinsip kerja, fungsi sensor dan aktuator, hingga langkah dasar perawatan serta identifikasi gangguan.
"Simulator tersebut dirancang sebagai media pembelajaran interaktif yang memungkinkan guru dan siswa mempelajari sistem EFI secara lebih kontekstual melalui komponen dan simulasi yang dapat diamati secara langsung," jelasnya.
Selama tiga hari pelatihan, antusiasme terlihat saat peserta melakukan pengamatan langsung terhadap komponen sistem EFI. Mereka mencoba memahami alur kerja antara sensor, ECU, dan aktuator dalam simulasi yang tersedia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat dan satuan pendidikan.
Nuzul menegaskan, program ini tidak berhenti pada pelatihan singkat. Pihaknya berharap simulator yang telah diserahkan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan di Kepulauan Mentawai pasca bencana. Dengan tema "Program Peningkatan Kompetensi Perawatan dan Perbaikan Sistem EFI bagi Guru dan Siswa SMKN 3 Kepulauan Mentawai dalam Mendukung Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana", program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Tim pengabdian yang dipimpin Dr. Nuzul Hidayat ini beranggotakan Dr. Juli Sardi, S.Pd., M.T., Rido Putera, S.Pd., M.Pd.T., dan Dr. Ika Parma Dewi, M.Pd.T. Mereka bekerja sama dengan pihak SMKN 3 Kepulauan Mentawai yang diwakili oleh Masfirman, S.Pd., M.Pd.
Dari kampus di Kota Padang hingga ruang belajar di Kepulauan Mentawai, kehadiran Smart Simulator Sistem EFI menjadi bukti bahwa jarak dan keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan inovasi pembelajaran bagi daerah kepulauan.