Danantara Housing Expo 2026 Tutup dengan Rp 2 Triliun, 40 Ribu Pengunjung Padati Pameran

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 19:58:01 WIB
Pengunjung memadati area Danantara Housing Expo 2026 yang mencatatkan transaksi Rp 2 triliun selama pameran berlangsung.

SUMATERA BARAT — Pameran perumahan garapan Danantara Indonesia ini berhasil membukukan transaksi di atas target pasar. Setiap harinya, sekitar 10 ribu orang memadati area pameran untuk melihat langsung lebih dari 360 ribu unit hunian yang ditawarkan, mulai dari rumah subsidi, rumah tapak, apartemen, hingga segmen premium.

Kehadiran 130 pengembang BUMN dan swasta dalam satu lokasi memungkinkan pengunjung membandingkan spesifikasi dan harga secara langsung. Yang menarik, pameran ini tidak hanya menjual rumah, tetapi juga menghadirkan solusi pembiayaan dari perbankan Himbara di tempat yang sama.

Kebutuhan Rumah Masih Besar, Danantara Siapkan Ekosistem Lengkap

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan antusiasme masyarakat yang tinggi ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan hunian layak masih jauh dari terpenuhi. Menurutnya, masyarakat tidak sekadar mencari rumah, tetapi juga ingin kepastian skema pembayaran yang sesuai kemampuan finansial.

"DHE dikunjungi kurang lebih 10 ribu orang setiap harinya. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat atas sebuah ekosistem yang menyediakan berbagai pilihan rumah dan promo pembayaran dalam satu lokasi," ujar Dony, Senin (31/8/2026).

Konsep one-stop housing ini dinilai efektif memangkas waktu dan biaya pencarian informasi. Pengunjung bisa berkonsultasi langsung dengan perbankan mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR), asuransi, hingga teknologi konstruksi tanpa harus berpindah tempat.

Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Program Tiga Juta Rumah

Capaian Rp 2 triliun ini tidak lepas dari dukungan program akad KPR massal yang melibatkan 200 calon pemilik rumah. Mereka difasilitasi bersama bank-bank Himbara dan sejumlah pengembang dalam proses akad secara bersamaan.

Dony Oskaria menambahkan, capaian ini menunjukkan potensi kolaborasi yang besar antara pengembang, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya. Ke depan, pihaknya berharap DHE dapat hadir dengan skala yang lebih besar untuk mendukung target pemerintah.

"Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap DHE sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pengembang, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian," jelasnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turut mengapresiasi penyelenggaraan pameran perdana ini. Ia menilai DHE 2026 telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui kolaborasi ekosistem yang lengkap.

"DHE memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui kolaborasi ekosistem yang lengkap dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kami optimistis ke depan DHE dapat berkembang lebih besar," ujar Maruarar.

Edukasi dan Hiburan Jadi Daya Tarik Tambahan

DHE 2026 tidak hanya berfokus pada transaksi jual-beli properti. Penyelenggara juga mengemas acara dengan edukasi kepemilikan rumah, program undian berhadiah, tenant kuliner, serta penampilan musisi Indonesia. Strategi ini terbukti mampu menarik minat keluarga muda yang ingin memulai investasi properti.

Setelah kesuksesan edisi perdana ini, Danantara Indonesia berencana memperluas skala DHE dengan melibatkan lebih banyak pelaku industri. Penyelenggaraan berikutnya akan diarahkan menjadi pameran hunian yang semakin terintegrasi, mencakup kebutuhan pendukung rumah tangga dalam satu lokasi.

Pencapaian ini menjadi modal berharga bagi ekosistem perumahan nasional, terutama di tengah upaya pemerintah mengejar target pembangunan tiga juta rumah per tahun. Dengan kolaborasi yang terbukti berjalan, peluang pengembang untuk memperluas pasar semakin terbuka lebar.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top