Pengrajin Songket Minangkabau: Sentra Pandai Sikek dan Silungkang yang Mewarisi Kemilau

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 02 September 2026 | 16:22:01 WIB
Pengrajin songket di Sentra Pandai Sikek, Tanah Datar, merawat ketelitian motif warisan budaya dalam setiap helai benang emas.
Kemilau LEAD: Pengrajin songket Minangkabau menjaga tradisi tenun yang menghidupkan Sumatera Barat. Kain berkilau dengan benang emas atau perak ini lahir dari proses panjang, ketelitian, dan pengetahuan motif yang diwariskan antargenerasi. Ke sentra produksilah pembeli memahami sejarah dan karakter setiap tenunan. ISI:

Songket Minangkabau bukan sekadar kain berkilau. Ia karya yang menyimpan sejarah dan identitas Minang. Untuk menemukan pengrajin, langkah pertama adalah tahu ke mana arah kaki melangkah.

Sumatera Barat memiliki sejumlah kawasan tenun yang dikenal, terutama Pandai Sikek di Tanah Datar dan Silungkang di Sawahlunto. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat songket kedua daerah ini sebagai produk unggulan.

Sentra Pengrajin Songket Minangkabau yang Perlu Dikenal

Pemilihan sentra produksi tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap daerah memiliki sejarah dan karakter tenun yang berbeda.

Pandai Sikek, Tanah Datar

Pandai Sikek merupakan salah satu nama paling kuat dalam tradisi songket Minangkabau. Secara administratif, Nagari Pandai Sikek berada di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Kementerian Hukum mencatat sentra ini sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dilindungi.

Di tempat inilah pengrajin menjaga warisan motif yang telah ada sejak lama. Ketelitian dalam setiap helai benang emas menjadikan songket Pandai Sikek selalu dinantikan kolektor.

Silungkang, Sawahlunto

Silungkang di Sawahlunto juga diakui Pemerintah Provinsi sebagai sentra songket. Songket Silungkang menjadi produk unggulan dengan motif yang tak kalah menarik dari Pandai Sikek.

Dua kawasan ini menjadi pusat produksi yang menghidupkan tradisi tenun Sumatera

Reporter: Redaksi
Back to top