Prestasi Olahraga Agam Terpuruk ke Peringkat 14 Porprov XVI, Ketua PSTI Soroti Anggaran Rp3,4 Miliar dan Keterlambatan Dana TC

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:46:02 WIB
Kontingen Kabupaten Agam mengikuti prosesi penutupan Porprov Sumatera Barat XVI 2026 dengan raihan total 102 medali.

LUBUK BASUNG — Kontingen Kabupaten Agam menutup Porprov Sumatera Barat XVI 2026 di peringkat 14 dari 19 kabupaten dan kota peserta. Klasemen akhir per 14 Oktober 2026 mencatat raihan 22 emas, 38 perak, dan 42 perunggu, total 102 medali. Posisi itu menyamai capaian terendah Agam saat menjadi tuan rumah Porprov XI 2010, yang kala itu hanya mengumpulkan 14 emas, 17 perak, dan 20 perunggu.

Penurunan prestasi ini membuka kembali persoalan tata kelola pembinaan olahraga daerah. Kritik mengarah pada kesiapan teknis kontingen, dukungan anggaran, dan efektivitas pengelolaan organisasi olahraga.

Atlet Bertanding Tanpa Kostum Resmi dan Perlengkapan Porprov

Ketua Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Agam Yerno Arsel menilai persiapan kontingen jauh dari kondisi ideal. Sejumlah kebutuhan dasar atlet, termasuk kostum dan perlengkapan resmi kontingen, tidak terpenuhi sebagaimana mestinya.

"Kondisi atlet kita sangat miris. Mereka bertanding tanpa dilengkapi fasilitas sarana kebutuhan tanding yang memadai, bahkan tidak diberikan kostum maupun perlengkapan resmi Porprov untuk kontingen. Atlet dipaksa berjuang membawa nama daerah dengan tangan kosong," ujar Yerno saat ditemui di Lubuk Basung, Kamis (15/10).

Menurutnya, ada kesenjangan antara tuntutan prestasi yang dibebankan kepada atlet dan dukungan nyata yang mereka terima. Kesiapan bertanding tidak hanya ditentukan kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar serta kepastian dukungan penyelenggara.

Dana TC Cair 6 Oktober, Uang Saku Atlet Baru Dibayar 14 Oktober

Yerno menyoroti keterlambatan pencairan dana pemusatan latihan atau training center (TC) dan uang saku atlet. Dana TC baru ditransfer Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam pada 6 Oktober 2026, dengan masa TC yang diakui hanya tiga hari.

Pembayaran uang saku atlet baru mulai dilakukan pada 14 Oktober 2026. Menurut Yerno, dana itu pun belum diterima secara merata oleh seluruh cabang olahraga.

"Pihak Disparpora Kabupaten Agam baru mentransfer dana pemusatan latihan pada tanggal 6 Oktober, itu pun masa TC yang diakui hanya selama tiga hari. Sementara untuk uang saku atlet, baru mulai dibayarkan pada 14 Oktober kemarin, itu pun belum semua cabor menerimanya secara merata," ujarnya.

Kepastian pendanaan merupakan bagian penting dari manajemen kontingen. Keterlambatan itu berdampak langsung pada persiapan, kebutuhan atlet, dan efektivitas program latihan.

Nol Bantuan Operasional untuk Cabor Sepanjang 2026

Yerno juga menyoroti kondisi pembinaan olahraga di tingkat cabang yang menurutnya tidak memperoleh dukungan operasional dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Agam sepanjang 2026.

"Sepanjang tahun 2026 ini, sampai detik ini tidak ada satu pun cabor yang menerima dana bantuan operasional pembinaan dari KONI Agam. Bagaimana pembinaan atlet bisa berjalan di tingkat daerah kalau bantuan operasional cabor nol besar?" tegasnya.

Persoalan ini menyangkut keberlanjutan pembinaan atlet di luar agenda kompetisi. Program latihan rutin, pemenuhan sarana-prasarana, peningkatan kapasitas pelatih, dan kompetisi berjenjang disebut sebagai komponen yang saling berkaitan membangun prestasi berkelanjutan.

Anggaran Rp3,4 Miliar dan Panggilan Evaluasi Menyeluruh

Di tengah sorotan soal tata kelola, perhatian publik juga tertuju pada anggaran pembinaan olahraga daerah senilai Rp3,4 miliar. Yerno menilai transparansi pengelolaan dana itu perlu dibuka kepada publik.

Pembinaan olahraga tidak dapat bertumpu hanya pada persiapan menjelang pertandingan. Apabila dukungan operasional cabang olahraga benar-benar tidak tersalurkan sebagaimana mestinya, kondisi itu perlu dievaluasi menyeluruh oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Evaluasi tersebut mencakup pemeriksaan apakah program pembinaan berjalan sesuai perencanaan, bagaimana anggaran dialokasikan, serta apa kendala yang menyebabkan dukungan kepada cabang olahraga tidak tersalurkan. Hasil Porprov XVI menjadi dasar bagi Agam untuk membenahi sistem sebelum menghadapi agenda kompetisi berikutnya.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: minangkabaunews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top