Dosen STKIP Widyaswara Padang Kembangkan Model PjBL Seni Rupa, Mahasiswa PGSD Kini Pamerkan Karya

Penulis: Ronal Siregar  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:01:02 WIB
Dosen STKIP Widyaswara Indonesia Zulmi Aryani, M.Pd. menjalani sidang terbuka promosi doktor di Universitas Negeri Padang.

PADANG — Sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang menjadi forum uji publik disertasi Zulmi Aryani, M.Pd. Dosen tetap STKIP Widyaswara Indonesia itu mengangkat model pembelajaran Seni Rupa Kreatif dan Inovatif berbasis PjBL dengan luaran pameran karya mahasiswa PGSD.

Ujian digelar di Aula Sekolah Pascasarjana UNP Padang, Rabu (14/10/26). Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Darmansyah, ST, M.Pd dan Prof. Dr. Setiawati, M.Si, dengan tim pembahas Prof. Dr. Zelhendri Zen, M.Pd., Ph.D serta Ir. Drs. Heldi, M.Si., Ph.D.

Kurikulum Seni Rupa PGSD Kerap Tergerus Mata Kuliah Lain

Zulmi mengurai latar belakang penelitiannya dari persoalan yang ia temukan di lapangan. Pembelajaran Seni Rupa dinilai belum optimal mengembangkan kreativitas dan inovasi mahasiswa calon guru sekolah dasar. Kesesuaian bahan ajar dengan kebutuhan pembelajaran belum memadai, dan buku penunjang juga terbatas.

Di banyak perguruan tinggi, mata kuliah seni rupa kurang mendapat porsi dalam kurikulum PGSD jenjang sarjana. Mata kuliah ini sering tergantikan mata kuliah lain yang dianggap lebih penting. Dampaknya, waktu pengembangan kompetensi seni calon guru menjadi sempit.

Observasi yang dilakukan sejak 5 Januari hingga 20 Juni 2025 di Program Studi PGSD STKIP Widyaswara Indonesia memperkuat temuan itu. Pemahaman dan penghargaan terhadap seni masih rendah. Banyak karya mahasiswa dibuang setelah dinilai tanpa diapresiasi.

Model PjBL Diuji ke 50 Mahasiswa Dua Kampus

Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Plomp. Tahapannya meliputi preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Subjek penelitian berjumlah 50 mahasiswa, terdiri dari 27 mahasiswa STKIP Widyaswara Indonesia dan 23 mahasiswa Universitas Negeri Padang Kampus Sawahlunto.

Data dikumpulkan melalui angket, lembar observasi, dan rubrik penilaian. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, serta uji paired t-test.

Hasilnya, model yang dikembangkan berkategori sangat valid. Validitas Buku Dosen mencapai 100% dan Buku Mahasiswa 96%. Tingkat kepraktisan juga tinggi, dengan skor one-to-one 92,02%, small group 90,89%, serta field test 88,57% untuk kreativitas dan 87,38% untuk inovasi.

Keefektifan model ditunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model.

Mahasiswa Belajar Lewat Proyek Nyata hingga Pameran

Dalam model ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis. Mereka didorong mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan berkomunikasi. Setiap tahapan proyek, mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil, dijalani secara aktif.

Zulmi menegaskan bahwa PjBL menempatkan mahasiswa sebagai pusat kegiatan belajar melalui pengerjaan proyek nyata yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

"Dengan pengelolaan yang tepat, PJBL dapat menjadi alat yang efektif untuk membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21," ujarnya dalam sidang tersebut.

Keberhasilan implementasi model ini, menurut Zulmi, bergantung pada kesiapan guru, dukungan sarana-prasarana, dan desain proyek yang kontekstual. Model yang ia kembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Seni Rupa mahasiswa PGSD.

Sidang terbuka itu juga dihadiri penguji eksternal Prof. Dr. Nenni Hermita, S.Pd., M.Pd, sejumlah validator, Koordinator Program Studi Ilmu Pendidikan Pascasarjana UNP, Direktur Pascasarjana UNP Prof. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D., serta Rektor UNP Ir. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: semangatnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top