Coen Brothers Terima Lumière Award di Lyon, Ucapkan Terima Kasih Kocak pada Penemu Kamera Film

Penulis: Bastian Sihombing  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 16:33:01 WIB
Sutradara Joel dan Ethan Coen menerima Lumière Award di Festival Film Lumière, Lyon, Prancis.

SUMATERA BARAT — Joel dan Ethan Coen menerima Lumière Award di Festival Film Lumière, Lyon, Prancis, Jumat malam waktu setempat, merayakan empat dekade karier penyutradaraan mereka. Penghargaan itu diserahkan di tengah sorotan nama-nama besar seperti Javier Bardem, Frances McDormand, dan Wim Wenders yang hadir langsung di aula. Keduanya membuka pidato dengan lelucon khas mereka soal penemu kamera film.

Penghormatan empat dekade film Coen bersaudara berlangsung dengan nuansa yang jauh dari formal. Joel dan Ethan Coen naik ke panggung diiringi versi bahasa Spanyol "Hotel California" dari Gipsy Kings, pilihan musik yang sengaja merujuk pada adegan Jesus Quintana di komedi kultus mereka, "The Big Lebowski".

Pidato Terima Kasih yang Tak Biasa

Ethan membuka sambutan dengan kalimat yang langsung memancing tawa hadirin. "Terima kasih kepada keluarga Lumière karena telah menemukan kamera film, kalau tidak, kami sudah kacau," ujarnya seperti dikutip Variety.

Joel melanjutkan dengan nada lebih tenang. Menurutnya, semua film yang ia dan Ethan buat selama ini berangkat dari kecintaan pada sinema dan cerita. "Kami melakukannya karena kami mencintai sinema dan mencintai bercerita," kata Joel. Ia menambahkan, hampir sepanjang karier, proses pembuatan film justru terasa menyenangkan.

Javier Bardem Kenang Momen Awal Ditolak

Aktor Javier Bardem, yang meraih Oscar lewat perannya sebagai Anton Chigurh di "No Country for Old Men", menjadi salah satu pemberi penghormatan paling berwarna malam itu. Bardem mengaku sempat berusaha menolak peran tersebut meski sudah lama mengagumi karya Coen bersaudara.

"Saya duduk bersama mereka di kantor mereka di New York dan saya bilang, 'Dengar, saya mengagumi kalian, saya memuja kalian, kalian luar biasa, tapi saya benci kekerasan, saya tidak bisa menyetir, dan bahasa Inggris saya pas-pasan. Apa yang saya lakukan di sini?'" kenang Bardem.

Coen bersaudara, menurut Bardem, sama sekali tidak meyakinkannya dengan argumen. Mereka hanya tertawa. "Saya pikir, saya tidak tahu pengalaman ini akan seperti apa, tapi saya tahu ini tidak akan bikin stres. Jadi ya, ayo kita lakukan," ujarnya.

Kisah di Balik Rambut Ikonik Anton Chigurh

Bardem juga menyinggung potongan rambut ikonik karakternya yang terinspirasi foto era 1960-an. Saat itu, kata dia, statusnya masih lajang. "Saya bilang, saya akan tetap lajang sampai hari terakhir syuting," candanya.

Ethan menambahkan cerita soal dedikasi Bardem. Aktor itu ingin kulit karakternya tampak pucat, sehingga selama syuting di luar ruangan, seorang asisten produksi muda bertugas memegang payung biru muda di atas kepalanya. "Dan dia heran kenapa kami menertawakannya," kata Ethan.

Di bagian akhir, Bardem menyampaikan penghormatan yang lebih serius. Menurutnya, kerja sama dengan Coen bersaudara memberinya satu mahakarya sekaligus hadiah seumur hidup, baik secara pribadi maupun profesional. "Mereka membuat mimpi jadi kenyataan," ujarnya.

Malam Penuh Musik dan Pesan Politik

Penghormatan malam itu juga diisi penampilan musik. Penyanyi-penulis lagu Prancis Bénabar membawakan "Parce que tu crois" milik Charles Aznavour, lagu favorit Joel Coen. Penyanyi Angélique Kidjo, peraih lima Grammy, menyanyikan "Ne me quitte pas" dari Jacques Brel, salah satu lagu kesukaan Bardem.

Direktur festival Thierry Frémaux mengundang tawa dengan memproyeksikan foto keluarga Lumière dan Coen bersaudara yang berpose hampir identik. Ia juga mengingatkan tradisi festival: Coen bersaudara harus membuat versi mereka sendiri atas film pertama Lumière, "Workers Leaving the Lumière Factory", pada Sabtu.

Malam itu juga menayangkan film pendek Ettore Scola "1943-1997" tentang seorang anak Yahudi yang berlindung di bioskop saat penggerebekan Nazi di Roma. Bardem memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan soal situasi hari ini. "Never again adalah never again untuk semua orang, dari Kongo, Sudan, sampai Palestina," katanya.

Empat Dekade Film yang Sulit Ditiru

Joel dan Ethan Coen memulai debut film panjang lewat "Blood Simple" pada 1984. Sejak itu, keduanya membangun salah satu filmografi paling khas di sinema Amerika, dari "Raising Arizona" dan "The Big Lebowski" hingga "O Brother, Where Art Thou?" serta "The Ballad of Buster Scruggs".

"No Country for Old Men" (2007) menyabet empat Oscar, termasuk film terbaik, sutradara terbaik, skenario adaptasi terbaik, dan aktor pendukung terbaik untuk Bardem. "Fargo" memberi mereka Oscar pertama untuk skenario orisinal.

Joel menutup dengan pujian untuk penonton Lyon yang disebutnya masih menikmati pengalaman menonton bersama. Baginya, berkumpul di ruangan gelap bersama banyak orang dan menonton di layar besar tetap punya nilai tersendiri.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top