PASAMAN BARAT — Kegiatan pembagian masker berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB, tepat setelah upacara bendera di halaman SMA Negeri 1 Pasaman. Kapolres bertindak sebagai pembina upacara sebelum membagikan masker kepada siswa, guru, tenaga kependidikan, pengelola kantin, petugas kebersihan, hingga penjaga sekolah.
Pembagian masker menyasar seluruh warga sekolah, bukan hanya pelajar. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi dampak kabut asap karhutla yang membuat kualitas udara di Pasaman Barat menurun.
Pelajar dinilai kelompok yang paling rentan terpapar partikel asap karena tetap harus menjalani aktivitas belajar di luar dan dalam ruangan. Paparan asap karhutla dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga gangguan pernapasan lain.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menyebut pembagian masker sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pelajar.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan para pelajar agar selalu waspada terhadap dampak kabut asap dan memahami pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri. Pembagian masker ini menjadi pengingat konkret agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya para siswa, lebih peka terhadap kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat asap karhutla," ungkap Agung.
Agung mengimbau warga Pasaman Barat mengurangi aktivitas di luar ruangan bila kabut asap semakin memburuk. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta tetap menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap.
Warga sekolah juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas atau batuk berkepanjangan. Imbauan itu menyasar siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
Pembagian masker dan edukasi kesehatan menjadi bagian dari sinergi Polres Pasaman Barat bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Kedua institusi berupaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap karhutla.
Polres Pasaman Barat berharap kesadaran masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik meningkat. Upaya tersebut diharapkan menekan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar.