Bulog Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP, CBP Capai 4,5 Juta Ton

Penulis: Topan Lubis  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:05:31 WIB
Bulog menyiapkan tambahan penyaluran 1 juta ton beras SPHP menjelang Natal dan Tahun Baru.

SUMATERA BARAT — Perum Bulog menyiapkan tambahan penyaluran 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memperkuat pasokan pasar menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Langkah ini diambil saat cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton. Tambahan alokasi itu ditujukan agar harga beras tetap terjangkau di tengah kenaikan kebutuhan akhir tahun.

Namun, cadangan yang besar dinilai perlu diikuti penyaluran yang optimal. Tanpa distribusi cepat, stok di gudang tidak otomatis menahan laju harga di pasar.

Stok Melimpah, Penyaluran Jadi Kunci

Rizal menegaskan Bulog tidak hanya bertugas memastikan beras tersedia di gudang. Perusahaan pelat merah itu juga mempercepat distribusi melalui program SPHP dan bantuan pangan beras.

"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton," kata Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, kedua program tersebut menjadi instrumen pemerintah untuk memperkuat pasokan di pasar sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Arahan pemerintah, lanjut Rizal, jelas: stok yang melimpah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

"Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan," ujarnya.

Jalur Distribusi Beras SPHP

Pemerintah telah menyiapkan tambahan alokasi SPHP beras sebanyak 1 juta ton. Beras program itu disalurkan Bulog melalui sejumlah saluran, mulai dari pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), jaringan ritel, hingga mitra penyalur lainnya.

Pilihan jalur distribusi yang beragam membuat beras SPHP lebih mudah dijangkau konsumen rumah tangga. Pasar rakyat dan GPM biasanya menjadi kanal utama bagi warga yang mencari harga di bawah pasaran, sementara RPK dan ritel menjangkau pembeli di permukiman.

Kenapa Nataru Jadi Momen Krusial

Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan beras umumnya naik seiring bertambahnya konsumsi rumah tangga dan kebutuhan acara. Tanpa tambahan pasokan, lonjakan permintaan bisa mendorong harga di pasar tradisional maupun ritel modern.

Karena itu, tambahan 1 juta ton SPHP berfungsi sebagai bantalan agar harga tidak melonjak. Program ini juga menyasar masyarakat berpendapatan rendah yang paling sensitif terhadap pergerakan harga beras.

Posisi CBP di level 4,5 juta ton memberi ruang bagi Bulog untuk menyalurkan beras tanpa mengganggu stok cadangan. Dengan begitu, fungsi stabilisasi harga dan pemenuhan kebutuhan pokok bisa berjalan bersamaan.

Bagi konsumen, sinyal yang dikirim pemerintah lewat Bulog cukup jelas: pasokan beras menjelang akhir tahun tersedia, dan penyaluran program SPHP dipercepat agar harga tetap terjangkau.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top