Pencarian

Legislator Sumbar Nurfirman Wansyah Bekali Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Hoaks di Medsos

Senin, 06 Juli 2026 • 23:26:31 WIB
Legislator Sumbar Nurfirman Wansyah Bekali Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Hoaks di Medsos
Legislator Sumbar Nurfirman Wansyah membekali generasi muda dengan literasi digital untuk melawan hoaks di media sosial.

SOLOK — Politisi yang akrab disapa Pak Anca itu menegaskan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini tidak lagi datang dari konflik fisik, melainkan dari ruang digital. Menurutnya, penyebaran informasi palsu, provokasi, dan polarisasi bisa terjadi hanya dalam hitungan menit melalui platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube.

Literasi Digital Sebagai 'Vaksin' Melawan Hoaks

Dalam materinya yang bertajuk “Merajut Perdamaian di Lanskap Digital”, Nurfirman mengibaratkan hoaks sebagai virus yang harus dilawan. Ia menyebut literasi digital sebagai vaksin paling efektif untuk membangun daya tahan masyarakat terhadap informasi menyesatkan.

“Kita tidak boleh kalah cepat dengan penyebar hoaks. Yang harus diperkuat adalah masyarakat yang berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan memilih menjadi bagian dari solusi, bukan penyebar konflik,” tegasnya.

Generasi Z: Garda Terdepan di Ruang Digital

Mantan Wakil Bupati Solok Selatan itu menilai Generasi Z memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian digital. Sebab, kelompok usia ini menjadi yang paling aktif berinteraksi di dunia maya setiap hari.

Nurfirman mendorong agar media sosial tidak lagi menjadi ruang untuk memperuncing perbedaan, melainkan sarana menyebarkan toleransi dan semangat persatuan. “Perdamaian hari ini tidak cukup dijaga di ruang-ruang pertemuan. Perdamaian harus hadir di layar gawai kita, di setiap unggahan, komentar, dan informasi yang kita bagikan,” pungkasnya.

Bimtek dari Pokir Anggota DPRD untuk Deteksi Konflik Dini

Kegiatan ini terlaksana melalui alokasi pokok pikiran (Pokir) Nurfirman sebagai anggota DPRD Sumbar. Para peserta dibekali kemampuan mendeteksi potensi konflik sejak dini serta membangun kesadaran bahwa menjaga persatuan bangsa kini menjadi tanggung jawab bersama.

“Konflik mungkin tidak pernah hilang, tetapi cara menjaganya harus berubah mengikuti perkembangan zaman,” ujar Nurfirman di hadapan peserta bimtek. Ia berharap generasi muda mampu memilih menjadi bagian dari solusi, bukan justru ikut menyebarkan perpecahan di era digital.**yans

Bagikan
Sumber: dutametro.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks