SIJUNJUNG — Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Barat Arry Yuswandi memastikan pemprov telah menjalin komunikasi dengan Rektor Universitas Andalas terkait rencana pendirian kampus di Sijunjung. Gagasan ini muncul sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kamang Baru dan sekitarnya, yang selama ini kesulitan mengakses perguruan tinggi negeri ternama.
Respons Positif dari Rektorat Unand
Menurut Arry, usulan yang disampaikan dalam forum Ngobrol Pemuda Inspiratif (NGOPI) itu mendapat sambutan hangat dari pihak universitas. “Alhamdulillah, usulan tersebut mendapat sambutan yang baik dan akan terus kita dorong sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujarnya di hadapan puluhan pemuda yang hadir.
Ia menambahkan, perluasan akses pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pemprov Sumbar, kata Arry, berkomitmen membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda di daerah untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus merantau jauh ke kota besar.
Pemuda Jadi Garda Depan Mitigasi Bencana
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Sumbar juga mengajak anak muda meningkatkan kepedulian terhadap mitigasi bencana. Mengingat Sumbar merupakan daerah rawan gempa dan tsunami, Arry menilai pemuda memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar bencana melalui edukasi dan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi. Selain meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, mereka juga perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” kata Arry.
Forum NGOPI: Wadah Aspirasi dan Dialog Langsung
Kegiatan bertema “NGOPI Menjadi Cangkir Inspirasi Pemuda” itu digelar di Rumah Belajar Candradimuka, Nagari Sungai Tambang. Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda untuk membahas isu-isu strategis pembangunan, mulai dari pendidikan, pengembangan SDM, hingga kebencanaan.
Arry mengapresiasi inisiatif Generasi Pemuda Inspiratif (GPI) Kamang Baru yang menghadirkan diskusi produktif tersebut. “Forum seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan. Pemuda adalah agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam kemajuan daerah,” tutupnya.