Pencarian

Android Auto vs Android Automotive: Performa Mobil Anjlok dalam 18 Bulan, Jurnalis Pilih Sistem Ponsel

Sabtu, 25 Juli 2026 • 10:03:01 WIB
Android Auto vs Android Automotive: Performa Mobil Anjlok dalam 18 Bulan, Jurnalis Pilih Sistem Ponsel

SUMATERA BARAT — Setelah hampir lima tahun menggunakan mobil dengan sistem Android Automotive, seorang jurnalis teknologi yang juga pemilik Polestar 2 mengungkapkan temuan menarik. Menurutnya, meskipun sistem tertanam (built-in) itu terdengar canggih, performanya justru menurun drastis dalam waktu singkat. Sebaliknya, Android Auto yang sederhana dan hanya mengandalkan ponsel terbukti lebih stabil dan praktis.

Mengapa Android Automotive Cepat Melambat?

Android Automotive adalah sistem operasi yang terintegrasi penuh ke dalam mobil, berbeda dengan Android Auto yang hanya memproyeksikan layar ponsel ke head unit. Masalah utamanya terletak pada ketergantungan terhadap pembaruan dari pabrikan mobil. “Prosesor di mobil Anda akan menua, sementara ponsel Anda bisa terus meningkat performanya,” tulis sang jurnalis dalam laporannya.

Ia mencontohkan Polestar 2 yang dibelinya pada 2019. Dalam 18 bulan, antarmuka yang tadinya responsif berubah menjadi lamban dan tersendat. Untungnya, dukungan Android Auto kemudian datang untuk menutupi kinerja buruk sistem bawaan tersebut.

Android Auto: Bebas Usang dan Lebih Seamless

Dibandingkan Android Automotive, Android Auto menawarkan pengalaman yang lebih terisolasi dan konsisten. Saat pengguna keluar dari mobil dan masuk kembali, sistem tidak melanjutkan pemutaran dari ponsel secara mentah-mentah. Misalnya, jika sebelumnya mendengarkan podcast di Pocket Casts, Android Auto akan melanjutkan podcast itu—bukan playlist gym yang diputar di ponsel.

Google Maps di Android Auto juga dinilai lebih cerdas. Peta mengingat pencarian terakhir dan menampilkan tujuan yang sering dikunjungi, sehingga pengguna tidak perlu repot mengetik ulang saat berkendara. “Ini benar-benar menempatkan kata 'auto' pada Android Auto,” ujarnya.

Kekurangan yang Masih Mengganggu

Meskipun unggul secara keseluruhan, Android Auto masih memiliki sejumlah kekurangan. Aplikasi WhatsApp dinilai terlalu disederhanakan demi keselamatan, justru membuatnya rumit dan berpotensi mengalihkan perhatian. “Hampir tidak layak pakai,” keluhnya. Ia berharap Meta segera memperbarui integrasi WhatsApp di mobil.

YouTube Music juga mendapat kritik karena fitur pencarian yang terbatas, tidak semulus di aplikasi ponsel. Selain itu, pengguna Volvo—yang memiliki head unit potret—masih menantikan antarmuka yang lebih optimal untuk orientasi tersebut. “Google perlu lebih banyak memperbarui UI portrait,” tulisnya.

Gemini di Mobil: Kekuatan Baru yang Membantu

Salah satu peningkatan signifikan adalah kehadiran asisten Gemini yang menggantikan Google Assistant statis. Sang jurnalis mengaku gemar berdialog tentang beragam topik saat mengemudi, seperti lore serial The Walking Dead atau pemain sepak bola Italia terbaik. Gemini dinilainya semakin baik dalam merespons percakapan alami, meski tidak semua pengguna menyukai perubahan ini.

Fitur pengingat dan pencarian arah ke kafe terbaik di daerah asing juga dianggap “sangat membantu” olehnya. Ia bahkan merasa tidak perlu lagi membawa dompet atau kunci mobil—cukup mengandalkan ponsel sebagai perpanjangan dari kendaraan.

Kesimpulan: Android Auto Tetap Juara, Tapi Bukan Tanpa Catatan

Bagi pengguna yang menginginkan sistem hiburan mobil yang stabil dan tidak usang, Android Auto masih menjadi pilihan terbaik. Namun, kekurangan pada aplikasi pesan dan media perlu segera diperbaiki oleh Google dan mitranya. Di sisi lain, Android Automotive masih relevan untuk mereka yang enggan bergantung pada ponsel, asalkan pabrikan rajin merilis pembaruan.

Untuk pasar Indonesia, pilihan antara kedua sistem ini makin relevan seiring masuknya berbagai mobil listrik dan konvensional yang mendukung Android Auto. Pertimbangkan kembali apakah Anda siap dengan risiko keusangan hardware jika memilih sistem built-in.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks