Pencarian

Mantan CEO Uber Travis Kalanick Kumpulkan Dana Rp 27 Triliun untuk Perusahaan Robotika Atoms

Kamis, 23 Juli 2026 • 08:52:32 WIB
Mantan CEO Uber Travis Kalanick Kumpulkan Dana Rp 27 Triliun untuk Perusahaan Robotika Atoms
Travis Kalanick, mantan CEO Uber, mengumumkan pendanaan senilai Rp27 triliun untuk perusahaan robotika Atoms.

SUMATERA BARAT — Travis Kalanick kembali ke panggung industri teknologi setelah pendanaan besar-besaran untuk Atoms, perusahaan yang ia dirikan pasca-kepergian kontroversial dari Uber pada 2017. Putaran investasi ini menandai pertama kalinya Uber kembali terlibat secara finansial dengan mantan CEO-nya, yang sebelumnya dipecat karena skandal budaya kerja toxic dan pelecehan seksual.

Apa Sebenarnya Atoms?

Atoms pada dasarnya adalah perusahaan induk (holding company) yang dibangun di atas proyek Cloud Kitchens — bisnis dapur ghost kitchen yang digarap Kalanick sejak hengkang dari Uber. Nama Atoms baru diungkap ke publik pada Maret 2025, bersamaan dengan akuisisi terhadap Pronto, perusahaan otomatisasi industri berat yang dijalankan oleh mantan koleganya di Uber, Anthony Levandowski.

Dalam pernyataan di platform X, Kalanick menjelaskan ambisinya: membangun "atoms-based computers" di mana CPU adalah manufaktur, storage adalah real estate, dan network adalah transportasi. Ia juga menyebut ingin merambah sektor pertambangan, melampaui apa yang sudah dilakukan Pronto untuk kendaraan di industri tersebut.

Mengapa Uber Ikut Berinvestasi?

Keputusan Uber untuk bergabung dalam putaran pendanaan ini menjadi sorotan utama. Perusahaan ride-hailing tersebut sebelumnya dilaporkan sempat mendukung upaya Kalanick untuk membeli divisi AS dari perusahaan kendaraan otonom China, Pony AI, pada tahun lalu. Meskipun negosiasi tersebut buntu pada Maret 2025, keterlibatan Uber dalam Atoms menunjukkan adanya rekonsiliasi bisnis yang pragmatis.

"Travis Is Back," tulis Ben Horowitz, partner di a16z, yang akan bergabung dengan dewan direksi Atoms. "Butuh entrepreneur langka untuk mengubah sektor ekonomi lama dan berat ini. Mereka butuh etos kerja keras, dorongan, dan jangkauan yang melintasi domain — dari arsitektur software hingga teknik mesin. Travis adalah orangnya."

Visi "Wheelbase for Robots"

Kalanick menyebut Atoms akan menjadi "wheelbase for robots" — platform yang memungkinkan robot dan sistem otomatis bekerja lebih produktif di dunia fisik. Meski belum merinci produk spesifik, ia mengindikasikan pendanaan besar ini akan digunakan untuk perekrutan besar-besaran.

"Changemakers, para pembangun mesin kemajuan masa depan, pada akhirnya akan melawan bos terakhir: Alam dan perlawanan sengitnya terhadap perubahan," tulis Kalanick. "Alam akan melempar semua yang dimilikinya ke arah para pembangun di era industri baru ini, dan dibutuhkan manusia terkuat untuk bertahan dan membawa sistem kompleks ini melewati garis finis."

Dampak untuk Industri Teknologi

Pendanaan $1,7 miliar ini menempatkan Atoms sebagai salah satu startup robotika dengan valuasi tertinggi di dunia. Langkah Kalanick untuk menggabungkan cloud kitchens, otomatisasi tambang, dan visi "bits-to-atoms" menunjukkan tren baru di Silicon Valley: pendiri startup besar kembali ke industri berat dengan modal AI dan robotika.

Bagi pengamat industri, kembalinya Kalanick dengan modal segar dari a16z dan Uber bisa menjadi sinyal bahwa era baru otomatisasi industri — yang disebutnya sebagai "industrial AI" — akan segera mengubah cara kita memandang manufaktur, logistik, dan pertambangan.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks