Pencarian

Perempuan Dominasi UMKM Digital Sumatera Barat, 81 Persen Pelaku Ibu Rumah Tangga Raup Pendapatan Naik 20%

Minggu, 26 Juli 2026 • 19:35:31 WIB
Perempuan Dominasi UMKM Digital Sumatera Barat, 81 Persen Pelaku Ibu Rumah Tangga Raup Pendapatan Naik 20%
Perempuan dominasi sektor UMKM digital di Sumatera Barat dengan 81,2 persen pelaku merupakan ibu rumah tangga.

PAYAKUMBUH — Riset yang melibatkan 90 pelaku UMKM dan 10 pengelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Agam ini mengungkap dominasi perempuan di sektor digital. Dari total responden, 81,2 persen adalah perempuan—mayoritas ibu rumah tangga yang menggerakkan usaha dari rumah.

81,2% Pelaku UMKM Perempuan: Ibu-ibu Jadi Penggerak Ekonomi Digital

Menurut ketua tim peneliti, Dr. Yasdinul Huda, kelompok usia produktif 25–44 tahun—yang mencakup 73,8 persen responden—paling adaptif terhadap teknologi. "Mereka terbukti mampu meningkatkan pendapatan usaha lebih dari 20 persen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hingga pasar internasional melalui platform digital," ujarnya.

Angka itu menunjukkan bahwa perempuan di Sumatera Barat tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi digital keluarga. Skor efisiensi penggunaan teknologi digital dari persepsi pelaku usaha juga tinggi, mencapai 4,68 dari skala 5.

52,5% Masih Andalkan Smartphone, Produktivitas Belum Optimal

Meski potensi besar, riset mengidentifikasi sejumlah hambatan. Sebanyak 52,5 persen responden masih mengandalkan telepon pintar sebagai perangkat utama usaha. Tim peneliti menilai produktivitas belum optimal dibandingkan penggunaan laptop atau komputer.

Kesenjangan infrastruktur digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan juga masih lebar. Ditambah lagi, pelatihan pemasaran digital berbahasa Inggris masih terbatas, sehingga menghambat akses UMKM ke pasar global.

Klinik UMKM Minang Bangkit: Konsultasi bagi Pelaku Terdampak Bencana

Plt. Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Ahli Madya Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Ir. Rina Morita, M.Si., mengatakan pihaknya terus mendorong pemberdayaan UMKM. "Kami menghadirkan Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai pusat konsultasi bagi pelaku usaha, khususnya yang terdampak bencana, dalam aspek pembiayaan, pemasaran, dan pemulihan produksi," katanya.

Sumatera Barat memiliki sekitar 740.347 unit UMKM, dengan 99,73 persen di antaranya usaha mikro. Program pemda mencakup penciptaan wirausaha baru, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi akses pembiayaan, sertifikasi halal, hingga perluasan akses pemasaran.

Gotong Royong Skor 4,31: Modal Sosial Kunci Ketahanan

Dari sisi sosial, nilai gotong royong masyarakat memperoleh skor 4,31—disebut sebagai modal penting dalam menjaga ketahanan komunitas. Dr. Yasdinul menambahkan, "Transformasi digital harus dibangun secara inklusif melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat."

Pemerataan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, penguatan kelembagaan ekonomi lokal, serta pemberdayaan kelompok rentan dinilai sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi pascapandemi.

Riset ini diharapkan menjadi acuan bagi pemangku kepentingan untuk menjadikan transformasi digital sebagai strategi utama meningkatkan daya saing dan kesejahteraan UMKM di Sumatera Barat.

Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks