Pencarian

Mahasiswa di Solok Rasakan Kemudahan BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN, Antrean Bisa Diambil dari Rumah

Selasa, 21 Juli 2026 • 21:55:31 WIB
Mahasiswa di Solok Rasakan Kemudahan BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN, Antrean Bisa Diambil dari Rumah
Mahasiswa di Solok memanfaatkan fitur antrean online pada aplikasi Mobile JKN untuk mengambil nomor antrean dari rumah.

SOLOK — Diva Sobatul Islamiah (21), mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Padang Kampus Solok, sudah lama memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Ia menilai, fitur antrean online menjadi andalan karena nomor antrean bisa diambil dari rumah.

"Tidak perlu antre lama saat berobat, nomor antrean bisa diambil dari rumah saja," ucapnya.

Menurut Diva, digitalisasi layanan ini membuat proses memperoleh pelayanan kesehatan menjadi lebih efisien. Ia berharap semakin banyak peserta JKN menggunakan aplikasi tersebut sehingga waktu tunggu pelayanan bisa ditekan.

Kartu Fisik Rusak, Aplikasi Jadi Penyelamat

Pengalaman berbeda dialami Mutia Nayla (21). Mahasiswa itu baru mengenal berbagai fitur Mobile JKN setelah mengikuti sosialisasi BPJS Kesehatan di kampusnya. Sebelumnya, ia sempat kesulitan mengakses data kepesertaan karena kartu fisik JKN miliknya rusak.

Setelah mengunduh aplikasi tersebut, Mutia bisa melihat status kepesertaan dan informasi penting lainnya langsung dari ponsel. "Ternyata, semua yang dibutuhkan peserta ada di aplikasi ini," katanya.

Mutia berkomitmen mengenalkan Mobile JKN kepada keluarga dan teman-temannya agar lebih banyak masyarakat memanfaatkan layanan digital yang sudah disediakan BPJS Kesehatan.

Fitur Skrining Kesehatan untuk Deteksi Dini Penyakit

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, menjelaskan bahwa aplikasi Mobile JKN terus dikembangkan. Selain layanan administrasi, aplikasi ini juga dilengkapi fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang mendukung upaya promotif dan preventif.

"Kami berharap Aplikasi Mobile JKN tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi kepesertaan, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat," ujar Neri.

Fitur Skrining Riwayat Kesehatan dapat digunakan peserta untuk mengetahui faktor risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan hipertensi. "Deteksi dini terhadap penyakit kronis sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari," tambahnya.

BPJS Kesehatan akan terus memperluas edukasi mengenai pemanfaatan layanan digital kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa. Melalui peningkatan literasi digital, diharapkan akses terhadap layanan kesehatan menjadi semakin mudah, cepat, efisien, dan berkualitas.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks