Pencarian

Mentan Buka Suara soal Beras Premium Langka: Ternyata Dialihkan untuk Program Fortifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:27:31 WIB
Mentan Buka Suara soal Beras Premium Langka: Ternyata Dialihkan untuk Program Fortifikasi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kelangkaan beras premium disebabkan pengalihan stok untuk program fortifikasi gizi nasional.

SUMATERA BARAT — Kelangkaan beras premium di pasaran selama beberapa pekan terakhir akhirnya menemukan titik terang. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras premium tidak berkurang, melainkan sebagian besar dialihkan untuk diolah menjadi beras fortifikasi—beras yang diperkaya vitamin dan mineral untuk program perbaikan gizi nasional.

"Stoknya ada, tapi dialihkan untuk fortifikasi," ujar Amran saat ditemui di Jakarta, kemarin. Pernyataan ini langsung menjawab spekulasi di masyarakat yang sempat mengaitkan kelangkaan dengan gagal panen atau gangguan distribusi.

Beras Fortifikasi Disiapkan untuk Program Stunting

Fortifikasi beras merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pertanian untuk menekan prevalensi stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Beras premium yang biasanya dijual eceran dengan harga lebih tinggi, kini sebagian dipasok ke pabrik pengolahan untuk dicampur dengan premix—campuran vitamin A, zinc, zat besi, dan asam folat.

Proses ini membuat beras yang tadinya masuk jalur ritel premium berpindah ke jalur industri pangan khusus. Dampaknya langsung terasa di pasaran: rak-rak beras premium di sejumlah minimarket dan supermarket mulai kosong sejak beberapa minggu terakhir.

Amran menegaskan bahwa pengalihan ini bukan tanpa perhitungan. Kebutuhan beras untuk fortifikasi diprioritaskan karena menyangkut masa depan generasi penerus. "Kita kejar target penurunan stunting, dan beras fortifikasi adalah salah satu instrumennya," kata dia.

Bagaimana Nasib Konsumen Beras Premium?

Bagi konsumen yang selama ini mengandalkan beras premium untuk konsumsi rumah tangga, pengalihan ini otomatis mengubah pilihan. Sebagian terpaksa beralih ke beras medium yang harganya lebih terjangkau, sebagian lainnya mencari beras premium dari merek lain yang stoknya masih tersisa.

Di pasar tradisional, pedagang mengaku pasokan beras premium dari distributor memang berkurang drastis. Harga beras premium di beberapa wilayah sempat merangkak naik sebelum akhirnya distabilkan dengan operasi pasar oleh Bulog. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebijakan pangan di hulu selalu berimplikasi pada dinamika pasar di hilir.

Target Pemerintah dan Proyeksi ke Depan

Pemerintah menargetkan produksi beras fortifikasi terus bertambah seiring dengan perluasan jangkauan program pencegahan stunting ke daerah-daerah dengan prevalensi tinggi. Sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua menjadi prioritas distribusi.

Kementerian Pertanian juga tengah mendorong lebih banyak penggilingan padi untuk berpartisipasi dalam program fortifikasi. Dengan begitu, tekanan terhadap pasokan beras premium di pasar ritel diharapkan berangsur mereda seiring bertambahnya kapasitas produksi.

Langkah ini memang menempatkan pemerintah pada posisi yang tidak mudah: memenuhi kebutuhan gizi anak bangsa di satu sisi, menjaga stabilitas harga beras premium di sisi lain. Namun keputusan telah diambil, dan pasar kini menunggu eksekusi di lapangan berjalan mulus tanpa mengorbankan konsumen yang tidak terjangkau program.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks