SUMATERA BARAT — Bantuan pangan beras tahap kedua ini mulai mengalir ke tangan warga. Empat wilayah yang kebagian penyaluran perdana adalah Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Labuhanbatu. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, memastikan distribusi akan berjalan bertahap hingga seluruh target penerima di 33 kabupaten/kota menerima jatahnya.
Target 52 Ribu Ton Beras untuk Tiga Bulan
Budi menjelaskan penyaluran dilakukan secara gratis dan ditargetkan rampung paling lambat akhir September 2026. "Bantuan pangan tersebut diberikan langsung (untuk) tiga alokasi yakni (bulan) Juli, Agustus dan September 2026," ujar Budi saat dikonfirmasi dari Medan, Jumat.
Dengan total 52.177 ton beras yang disalurkan, Bulog Sumut mengerahkan seluruh gudang dan jaringan distribusi di provinsi beribu kota Medan tersebut. Setiap KPM menerima jatah 30 kilogram per alokasi, yang diharapkan cukup memenuhi kebutuhan pokok keluarga selama periode penyaluran.
Larangan Perjualbelikan dan Dampak ke Inflasi
Bulog Sumut menegaskan bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan oleh penerima. Imbauan tersebut disampaikan agar beras bantuan pemerintah benar-benar dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, bukan menjadi komoditas komersial.
Di luar fungsi sosialnya, program ini juga diarahkan untuk mendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pasokan beras yang masuk ke rumah tangga secara gratis diharapkan menekan tekanan permintaan di pasar, sehingga harga pangan tetap terkendali.
Jaring Pengaman Sosial Pemerintah Pusat
Penyaluran di Sumatera Utara merupakan bagian dari instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton beras bantuan pangan tahap kedua secara nasional. Total penerima di seluruh Indonesia mencapai 33,24 juta keluarga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut program ini sebagai instrumen strategis menjaga stabilitas pangan nasional. Bantuan beras berfungsi ganda: menopang daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga terpenuhi di tengah fluktuasi harga.
Dengan dimulainya distribusi di Sumatera Utara, Bulog mengejar ketertinggalan penyaluran di sejumlah daerah lain yang sudah lebih dulu bergerak. Masyarakat penerima diharapkan segera mengambil jatahnya melalui mekanisme yang telah ditetapkan di masing-masing kelurahan dan desa.