PADANG — Aktivitas perpindahan petugas pandu dari kapal tanker ke kapal pandu terekam usai proses memandu keluar pelabuhan di perairan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026). Momen ini menjadi bagian dari operasional harian yang dijalankan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM).
IPCM yang merupakan subholding dari Pelindo Group mengerahkan total delapan unit kapal untuk melayani lalu lintas kapal di Teluk Bayur. Rinciannya, empat kapal tunda, dua kapal pandu, dan dua kapal kepil.
Dukungan Logistik untuk Program Hilirisasi
Kehadiran armada ini tidak sekadar melayani aktivitas bongkar muat, tetapi juga dirancang untuk memperlancar skema transhipment di kawasan barat Sumatera. Dengan kapasitas tersebut, IPCM berharap arus kapal niaga, termasuk kapal tanker, dapat keluar-masuk perairan Teluk Bayur dengan aman dan tepat waktu.
Pengoperasian kapal-kapal ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah di bidang maritim, khususnya hilirisasi nasional. Kelancaran transportasi laut menjadi prasyarat utama agar rantai pasok industri dari hilir ke hulu dapat berjalan efisien.
Peran Kapal Pandu dan Tunda di Teluk Bayur
Kapal pandu bertugas memastikan navigasi kapal besar, seperti tanker, aman saat memasuki alur pelayaran sempit menuju dermaga. Sementara itu, kapal tunda berfungsi membantu manuver kapal saat sandar maupun lepas sandar, terutama ketika kondisi arus dan angin tidak mendukung.
Adapun kapal kepil digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional lain di perairan pelabuhan. Kombinasi ketiga jenis kapal ini membuat layanan pemanduan dan penundaan di Teluk Bayur berjalan terintegrasi.
Dengan delapan armada yang siaga, IPCM mengklaim kesiapan pelayanan di Teluk Bayur meningkat, seiring dengan bertambahnya frekuensi kunjungan kapal niaga di pelabuhan tersebut.