Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat progres pembangunan 24 unit gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah mencapai rata-rata 60 persen. Dari total 90 nagari yang ditargetkan, sebanyak 36 unit lainnya sudah memiliki lahan namun pengerjaannya belum dimulai.
PASAMAN BARAT — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Pasaman Barat terus berjalan. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pasaman Barat, Agusli, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 24 unit yang sedang dalam tahap pengerjaan dari total 90 nagari atau desa yang menjadi target.
"Pembangunannya terus kita pantau dan sudah ada 24 koperasi yang dalam tahap pengerjaan," kata Agusli di Simpang Empat, Selasa (25/8).
36 Unit Lahan Sudah Siap, Menunggu Pengerjaan
Agusli merinci, selain 24 unit yang sedang dibangun, ada 36 unit lagi yang lahannya sudah tersedia. Namun, pekerjaan fisik untuk unit tambahan tersebut belum dimulai.
"Lahannya sudah tersedia untuk 36 unit KDKMP tetapi pekerjaan belum dimulai. Saat ini yang sedang dikerjakan ada 24 unit," ujarnya.
Spesifikasi Bangunan dan Peran Nagari
Setiap bangunan koperasi dirancang dengan ukuran 20 x 30 meter, berdiri di atas lahan seluas 20 x 50 meter. Pihak nagari menyiapkan lahan tersebut, sehingga pelaksana proyek tinggal fokus pada pembangunan fisik.
Dinas terkait terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pelaksana di lapangan. Hal ini untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan dokumen perencanaan dan selesai tepat waktu.
Satu Unit Sudah Beroperasi di Kinali
Meski sebagian besar masih dalam tahap konstruksi, satu unit KDMP di Ampek Koto, Kecamatan Kinali, sudah mulai menjalankan usaha. Gerai tersebut melayani kebutuhan sembako, apotek, dan layanan BRILink.
Pemerintah daerah juga telah mengagendakan pelatihan bagi pengurus koperasi yang sudah terbentuk. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola usaha nantinya.
Target: Sentra Usaha Ekonomi Nagari
Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi sentra usaha masyarakat di tingkat nagari. Sektor yang akan dikembangkan diprioritaskan sesuai potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
"Usaha yang akan dikembangkan nanti diprioritaskan sesuai potensi yang ada di nagari atau desa itu sehingga warga dapat menikmatinya. Pendapatan warga akan meningkat," kata Agusli.
Saat ini, tercatat 26 unit KDMP telah mengajukan lahan dan terverifikasi, sementara sejumlah pengajuan lainnya masih dalam proses verifikasi.