Pencarian

Rumah Gadang Sirukam di Sumbar Bakal Disulap Jadi Museum dan Perpustakaan, Kemenbud Siap Bantu Tata Pamer

Selasa, 08 September 2026 • 21:32:01 WIB
Rumah Gadang Sirukam di Sumbar Bakal Disulap Jadi Museum dan Perpustakaan, Kemenbud Siap Bantu Tata Pamer
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap penataan Rumah Gadang Sirukam di Sumatera Barat untuk difungsikan sebagai museum dan perpustakaan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung pemanfaatan rumah gadang di Desa Sirukam, Sumatera Barat, bekas kampung halaman sastrawan Aman Datuk Madjoindo, menjadi museum sekaligus perpustakaan. Dukungan ini mencakup bantuan penataan bangunan agar memenuhi standar tata pamer internasional, termasuk untuk museum di daerah.

JAKARTA — Kementerian Kebudayaan siap membantu penataan Rumah Gadang di Desa Sirukam, Sumatera Barat, agar layak difungsikan sebagai museum sekaligus perpustakaan. Bangunan itu merupakan kampung halaman dari sastrawan Minang, Aman Datuk Madjoindo, yang dikenal lewat karya-karya sastra anaknya.

Fadli Zon menilai bangunan bersejarah itu bisa dihidupkan kembali sebagai living heritage. Menurutnya, meski lokasinya berada di desa, tata pamer museum tetap harus berstandar internasional.

Kemenbud Siap Bantu Tata Bangunan Bersejarah

"Kementerian Kebudayaan tentu mendukung beberapa program terkait pelestarian bangunan bersejarah, terutama terkait sarana dan prasarana kebudayaan. Rumah gadang tersebut bisa kita manfaatkan menjadi museum atau perpustakaan," ujar Fadli Zon dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, jika bangunan tersebut dijadikan museum, pihaknya bisa membantu menata ulang bagian dalam rumah. Bantuan teknis ini dinilai penting agar proses revitalisasi cagar budaya berjalan tepat sasaran.

Peran UPT dan Dorongan Muatan Lokal Sastra

Fadli Zon menekankan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kebudayaan sebagai tangan panjang di daerah. Keberadaan UPT disebut krusial untuk melakukan asesmen langsung, pendataan aset, hingga pendampingan teknis.

Menteri itu juga mendorong tradisi lisan, sastra, dan adat istiadat dijadikan muatan lokal di sekolah. Hal ini selaras dengan semangat Aman Datuk Madjoindo yang berkiprah di dunia sastra anak.

Menurutnya, pengajaran kesusastraan sejak dini tidak hanya mewariskan tradisi lisan, tetapi juga menumbuhkan minat literasi generasi muda.

Yayasan Dorong Rumah Gadang Jadi Tempat Literasi

Ketua Yayasan Aman Datuk Madjoindo (Yamando) Boy Rafli Amar menyoroti pentingnya karya sastrawan Nusantara sebagai bahan bacaan generasi muda. Ia menilai buku yang sesuai usia pembaca akan membentuk karakter anak.

"Kami mendorong rumah gadang yang kondisinya sangat sederhana bisa dijadikan taman bacaan atau rumah budaya yang dapat difungsikan sebagai tempat sosialisasi literasi sekaligus wisata budaya," kata Boy Rafli Amar.

Dialog antara Kementerian Kebudayaan dan Yamando diharapkan tidak hanya merevitalisasi fisik rumah gadang di Desa Sirukam. Langkah ini juga bertujuan memperkuat fondasi literasi dan pelestarian sastra anak di tingkat nasional.

Integrasi budaya lokal ke dalam kurikulum sekolah menjadi komitmen bersama. Upaya itu dinilai penting untuk memastikan warisan nilai Aman Datuk Madjoindo terus hidup dan menginspirasi minat baca generasi muda.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks