Pencarian

Pemko Payakumbuh Integrasikan Aplikasi SAKINAH dengan SIKOPAY Versi 2, 143 Aparatur Ikut Bimtek Dua Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 • 09:01:31 WIB
Pemko Payakumbuh Integrasikan Aplikasi SAKINAH dengan SIKOPAY Versi 2, 143 Aparatur Ikut Bimtek Dua Hari
Sekda Payakumbuh Rida Ananda membuka Bimtek SAKINAH yang dirangkai dengan peluncuran integrasi sistem di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh.

PAYAKUMBUH — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda meluncurkan langsung integrasi sistem tersebut. Peluncuran dirangkai dengan pembukaan Bimtek SAKINAH yang berlangsung 26–27 Oktober 2026 di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh.

Aplikasi SAKINAH diadopsi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Di Payakumbuh, sistem itu dikawinkan dengan SIKOPAY versi 2 untuk menghubungkan alur perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pemantauan, pelaporan, hingga evaluasi kinerja secara terpadu.

Ukuran Keberhasilan Bukan Besarnya Anggaran yang Terserap

Dalam arahannya, Rida menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan pemerintah bukan sekadar tingginya daya serap anggaran atau banyaknya program. Menurut dia, yang menentukan adalah sejauh mana sumber daya yang dimiliki mampu menghasilkan kinerja dan dampak bagi masyarakat.

"Ukuran keberhasilan pemerintah bukan semata-mata berapa banyak program yang kita laksanakan atau berapa besar anggaran yang kita serap, tetapi sejauh mana sumber daya yang kita miliki mampu menghasilkan kinerja dan memberikan dampak bagi masyarakat," tegas Sekda Rida.

Kehadiran teknologi, lanjut Rida, harus dibarengi transformasi budaya kerja di lingkungan Pemko Payakumbuh. Aplikasi dinilainya hanya alat, sementara pembangunan budaya kinerja jauh lebih penting.

"Aplikasi hanyalah alat atau instrumen. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun budaya kinerja di lingkungan Pemko Payakumbuh," ujarnya.

Kepala Perangkat Daerah Diminta Jaga Konsistensi Perencanaan dan Pelaporan

Rida menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah menjaga konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaporan. Tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ditugaskan melakukan pendampingan intensif guna mendongkrak kualitas manajemen pemerintahan.

"Mari kita jadikan ini bukan hanya sebagai aplikasi, tetapi sebagai instrumen perubahan budaya kerja pemerintahan menuju birokrasi yang lebih efektif, terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil," pungkas Rida.

143 Peserta Belajar Praktik Pengoperasian Langsung dari Tim Pemprov Sumbar

Kepala Bagian Organisasi Setdako Payakumbuh David Bachri memaparkan bahwa sosialisasi dan bimtek dirancang mematangkan pemahaman aparatur terkait SAKINAH sebagai penopang SAKIP. Kegiatan dua hari itu melibatkan 143 peserta.

Pelaksanaannya merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP, serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 53 Tahun 2014. Peserta menerima materi teknis, diskusi, hingga praktik pengoperasian yang dipandu tim ahli dari Pemprov Sumbar.

"Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis ini, kita berharap seluruh perangkat daerah memahami penggunaan aplikasi SAKINAH sebagai instrumen pendukung penerapan SAKIP. Dengan pemahaman tersebut, proses pengelolaan dan pelaporan kinerja dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan terintegrasi," kata David.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: semangatnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks